Bojonegoro (Antara Jatim) - Disnakertransos Bojonegoro, Jawa Timur, belum menerima laporan dari camat atau kepala desa, yang berisi permintaan air, karena ada warganya, yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau, sejak dua pekan terakhir. "Belum ada pemberitahuan yang kami terima baik melalui surat, telepon, juga pesan singkat telepon selular dari camat atau kepala desa, yang mengajukan permintaan air bersih," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro, Dwi Harningsih, Senin. Ia menyampaikan hal itu, menjawab pertanyaan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) MZ. Budi Mulyono, yang menanyakan kebenaran informasi bahwa di daerah setempat sudah ada lima kecamatan yang warganya mengalami kesulitan air bersih. "Informasi tersebut kami terima dari Sekretaris PMI yang membaca berita di sebuahTV swasta yang melaporkan di Bojonegoro ada lima kecamatan yang warganya kesulitan air bersih," tutur Budi. Budi kemudian menunjukkan informasi dari PMI yang diterima melalui pesan singkat telepon selular kepada Dwi Harningsih. "Kalau memang sudah banyak warga yang mengalami kesulitan air bersih, maka BPBD akan siap ikut membantu memasok kebutuhan air bersih warga, dengan mengerahkan empat truk tangki air," tambah Budi. Membaca pesan singkat itu, Dwi menjelaskan pihaknya sama sekali tidak menerima laporan dari camat atau kepala desa bahwa sudah ada lima kecamatan yang warganya kesulitan air bersih. "BPBD baru saja melakukan pemantauan langsung ke lapangan di kecamatan yang rawan mengalami kekeringan, seperti Kecamatan Kedungadem, tetapi semua kepala desa di sana meyakinkan belum ada warga di Kecamatan Kedungadem, yang kesulitan air bersih," tukas Budi. Disnakertransos, lanjut Dwi, pernah memasok air bersih warga tiga desa di Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras dan Dander, ketika Puasa Ramadhan 1435 Hijriyah. "Kami sudah pernah memasok air bersih enam tangki ( 5.000 liter per tangki), kepada warga di sejumlah desa yang mulai mengalami kesulitan air bersih," jelasnya. (*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014