Trenggalek (Antara Jatim) - Tim seleksi KPU Trenggalek menuai banyak kritik dan hujatan dari peserta yang akhirnya tidak lolos lima besar dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan KPU Jatim. "Heran, kami mendapat banyak protes dari peserta yang tidak lolos, padahal uji kompetensi akhir dilakukan langsung oleh KPU Jatim, tanpa melibatkan tim seleksi daerah," kata Ketua Tim Seleksi KPU Trenggalek, Ahmad Sanusi dikonfirmasi Antara, Kamis. Ia bahkan mengaku sama sekali tidak tahu nama-nama peserta yang akhirnya dinyatakan lolos lima besar dan dilantik KPU Jatim di gedung Grahadi, Surabaya, Kamis pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut keterangan Sanusi, pengumuman hasil "fit and proper test" dilakukan oleh sekretariat KPU Jatim ke masing-masing peserta yang dinyatakan lolos seleksi dan dinyatakan masuk lima terbaik dari 10 peserta yang diusulkan timsel. "Kami bahkan tidak mendapat tembusan sama sekali, tahu-tahu justru setelah peserta yang lolos mengkonfirmasi melalui telepon," ujarnya. Ia semakin tidak mengerti dengan cara protes peserta gagal yang dinilai sudah bernada mengintimidasi dan melecehkan. "Saya dimaki-maki oleh beberapa oknum peserta (gagal) dan sampai dibilang bodoh. Ya tidak apa-apa saya mungkin memang bodoh, lha mereka ini pintar kenapa mau ikut seleksi dan diuji orang bodoh," kelakar Sanusi dengan nada santai. Senada dengan Sanusi, Sekretaris KPU Trenggalek, Wiratno juga tidak mendapat tembusan hasil pengumuman seleksi akhir KPU Jatim. Kendati undangan pelantikan telah diterima kesekretariatan KPU Trenggalek sejak Rabu (11/6) siang, pengumuman lima nama dari 10 peserta yang diusulkan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan KPU Jatim tidak mereka terima secara resmi hingga dua petahana yang lolos mengkonfirmasi Wiratno melalui telepon pada Kamis dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. "Hingga pukul 02.00 WIB kami tidak mendapat kabar hasil seleksi. Kami kira pengumuman ditunda, ternyata langsung dikonfirmasikan ke peserta ssekitar pukul 03.00 WIB tanpa memberi tembusan ke sekretariat," tuturnya. Informasi hasil uji kelayakan dan kepatutan secara keseluruhan akhirnya berhasil mereka peroleh setelah membuka laman KPU Jatim.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014