Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 342 calon pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Surabaya menerima surat keputusan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang diberikan di Graha Sawungaling, Selasa. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan pengarahan kepada ratusan penerima SK CPNS, mengatakan zaman dulu menjadi PNS berarti harus dihormati dan mendapat keistimewaan karena bertindak selaku pejabat negara. "Berbeda dengan apa yang terjadi pada era sekarang. Paradigma tersebut sudah tidak berlaku," katanya. Menurut dia, menjadi PNS sama artinya dengan pelayan masyarakat. Untuk itu, aparatur Negara dituntut sanggup memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, kata dia, setiap orang yang berhasil lolos seleksi CPNS mendapat kesempatan berharga karena banyak yang ingin menjadi PNS namun belum kesampaian. "Makanya, kesempatan yang datang ini hendaknya jangan di sia-siakan, berikan yang terbaik bagi masyarakat," katanya. Khusus bagi CPNS formasi guru, wali kota menilai bahwa beban guru saat ini jauh lebih berat. Tenaga pendidik dituntut menyiapkan generasi muda dalam menghadapi "ASEAN Free Trade Agreement" (AFTA) atau perjanjian zona perdagangan bebas Asia Tenggara yang mulai berlaku tahun depan. "Tujuannya supaya anak-anak Surabaya tidak kalah bersaing menghadapi tantangan global," katanya. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya Mia Santi Dewi menjelaskan, sebanyak 342 surat keputusan (SK) CPNS diserahkan dari total 375 formasi umum tahun 2013. Hal tersebut dikarenakan ada 9 formasi kosong karena tidak ada peserta yang lulus "passing grade" dan 24 peserta mengundurkan diri lantaran diterima sebagai CPNS di daerah lain. Adapun rincian penerima SK CPNS yakni tenaga strategis sebanyak 65 orang, tenaga pendidikan 180 orang, serta tenaga kesehatan 97 orang. Sedangkan, berdasarkan golongan terdiri atas 210 orang golongan III dan 132 orang golongan II. "Penempatannya disesuaikan kebutuhan organisasi sesuai formasi jabatan. Ada yang guru kelas, guru BP, di rumah sakit, puskesmas, maupun di dinas-dinas," ujarnya. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014