Malang (Antara Jatim) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari menyatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan akan menjadi motivator bagi Puskesmas untuk meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakat. "Puskesmas harus memperbaiki layanannya kepada masyarakat, termasuk pada pasien yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sebab sekarang warga miskin bebas memilih tempat pelayanan kesehatan yang digunakan," kata Asih, Rabu. Menurut dia, dibebaskannya warga miskin untuk memilih tempat pelayanan menjadi tantangan bagi Dinkes, khususnya Puskesmas untuk memperbaiki kualitas pelayanannya. Setiap puskesmas, tegasnya, harus bersaing memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat. Dan, pelayanan di puskesmas dikatakan baik jika warga merasa nyaman dan mendapat pelayanan dengan cepat. Untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana penunjang layanan, Dinkes daerah itu telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah Puskesmas, di antaranya adalah Puskesmas Mulyorejo, Janti, Ciptomulyo, dan Puskesmas Mojolangu. Asih juga meminta pada warga pengguna kartu BPJS Kesehatan yang mendapatkan pelayanan buruk di puskesmas, bisa langsung melapor pada Dinkes. "Jangan takut untuk melapor karena ini demi perbaikan kualitas layanan dan laporan itu pasti segera kami tindak lanjuti," tegasnya. Sejumlah puskesmas di daerah itu bakal menambah jam layanan menjadi 24 jam, khususnya Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap, yakni Puskesmas Kendalkerep, Puskesmas Kendalsari, Kedungkandang, dan Puskesmas Dinoyo. Di puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas rawat inap juga ada dokter umum yang jaga sebanyak dua orang dan dokter spesialis yang dibantu oleh sejumlah paramedis lebih dari puskesmas reguler. Belum lama ini Wali Kota Malang Moch Anton menginstruksikan agar puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap beroperasi selama 24 jam agar bisa melayani masyarakat, khususnya warga miskin secara maksimal. "Kalau bisa puskesmas yang belum memiliki fasilitas rawat inap pun juga memiliki jam operasional yang lebih lama dari biasanya dan puskesmas rawat inap jumlahnya ditambah agar masyarakat bisa dengan mudah mengakses layanan kesehatannya secara gratis," ujarnya. Jumlah Puskesmas di Kota Malang sebanyak 15 loaksi dan puskesmas pembantu (pustu) lebih dari 20 lokasi.(*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014