Surabaya (Antara Jatim) - Pelatnas PB PBSI harus pulang tanpa membawa gelar juara dari ajang kejuaraan "Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Jatim Open 2013" atau sirnas seri terakhir di GOR Bulu Tangkis Sudirman Surabaya, Sabtu malam. Pasangan ganda putra Ade Yusuf-Wahyu Nayaka yang menjadi satu-satunya wakil Pelatnas di partai final, takluk dari pasangan senior Rendra Wijaya/Rian Sukmawan dari PB Musica Champions dalam laga dua game 19-21, 17-21. Partai final ganda putra berlangsung cukup ketat, ketika kedua pasangan saling bergantian menekan lewat smes-smes tajam dan dwarnai adu taktik dalam penempatan "shuttlecock" untuk mendapatkan poin. Rendra-Rian dengan modal pengalaman tampil lebih taktis menghadapi juniornya, kendati sempat mendapatkan perlawanan sengit pada game pertama. "Kami bermain lepas saja seperti laga-laga sebelumnya. Sebenarnya lawan juga tampil bagus dan menyulitkan, tapi kami bisa mengantisipasinya," kata Rendra usai menerima pengalungan medali dan hadiah. Sebelum juara di seri terakhir, pasangan Rendra Wijaya-Rian Sukmawan pernah mengenyam gelar juara sirnas pada seri pertama di Balikpapan dan seri ketiga di Jakarta. Sementara itu, gelar ganda putri direbut pasangan Dian Fitriani-Nadya Melati (Jaya Raya/Pertamina) setelah mengalahkan Devi Tika Permatasari-Kehsya Nurvita Hanadia (SGS-PLN) 21-11, 21-17. Sedangkan gelar ganda campuran menjadi milik pasangan senior Trikusharjanto-Nadya Melati, bukan Ardiansyah-Devi Tika seperti yang tertulis pada berita sebelumnya. Trikus-Nadya dinyatakan menang tanpa bertanding karena lawannya Ardiansyah-Devi Tika mengundurkan diri. Saat penyerahan hadiah, Trikus justru tidak hadir dan hanya diwakili Nadya Melati. Sementara pasangan Ardiansyah-Devi Tika hadir di podium menerima pengalungan medali dan hadiah. Perhelatan sirnas sepanjang 10 seri pada tahun ini menjadi panggung unjuk kehebatan mantan pemain Pelatnas Alamsyah Yunus setelah mengoleksi total delapan gelar juara, termasuk pada seri terakhir di Surabaya. Gelar terakhir direbut pemain PB Pertamina tersebut dengan mengalahkan Nugroho Andi Saputro (JR Enkei) dalam pertandingan alot selama hampir satu jam yang berakhir 21-18, 21-19. Alamsyah hanya sekali gagal saat sirnas di Medan, karena kalah dari Hermansyah di babak perempat final. Sementara pada sirnas di Bandung, dia absen untuk pemulihan fisik menghadapi Indonesia Premier Super Series di Jakarta. "Awalnya memang ingin membuat rekor dengan menjuarai seluruh seri sirnas, tetapi pada dua seri di Medan dan Bandung, kondisi fisik saya kurang mendukung," kata Alamsyah yang berhasil mengumpulkan total hadiah uang sebesar Rp128 juta selama delapan kali juara. Selain Alamsyah, pebulutangkis putri Jaya Raya Suryanaga Surabaya, Tike Arieda Ningrum, juga mencatat prestasi mengesankan dengan merebut empat gelar juara sirnas. Tiga gelar lainnya diraih pada sirnas di Medan, Denpasar dan Yogyakarta. Pada laga final seri terakhir, pemain yang pernah mengenyam latihan di Pelatnas selama dua tahun itu menghentikan ambisi Fitriani (PB Exist) dalam dua game langsung 23-21, 21-16. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013