Madiun (Antara Jatim) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3 Bambang Dwi Hartono (BDH) menjanjikan suntikan anggaran Rp500 juta tiap desa tiap tahun, bila dirinya terpilih pada pilkada mendatang. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan jatah kampanyenya di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun dengan rangkaian kegiatan selama sehari penuh. "Dana itu dari APBD dan langsung ditransfer ke rekening desa. Alokasi dananya untuk pembangunan desa dan dikelola desa. Kenapa begitu? Karena warga di desalah yang tahu betul kebutuhannya," ujar BDH saat menggelar kampanye terbuka di Lapangan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu. Menurut dia, dengan jumlah desa dan kelurahan di Jawa Timur sekitar 8.500 desa, APBD yang harus dikucurkan tidak lebih dari Rp5 triliun. Jumlah tersebut tidak lebih dari separuh APBD Jawa Timur yang mencapai Rp16 triliun lebih. Sisa APBD Jatim setelah dibagikan ke desa masih akan cukup menyokong pembangunan di seluruh wilayah Jatim. Tentunya tetap dengan koordinasi dengan dengan dinas-dinas yang ada agar tidak tumpang tindih. "Sudah dihitung, juga sudah saya konsultasikan ke kader PDI Perjuangan di Panitia Anggaran DPRD Provinsi Jatim. Alokasi Rp500 juta per desa per tahun masuk akal dan bisa dilakukan tanpa mengurangi laju yang lain-lain," kata dia. Pihaknya menjelaskan, guna mewujudkan rencana tersebut ia telah menyiapkan tata cara agar dana yang dilontarkan ke desa benar-benar efektif dan tidak bocor. Yakni, dengan melakukan pelatihan manajerial kepada perangkat desa dan warga masyarakat lain. "Pelatihan tersebut terkait pengelolaan keuangan dan pengawasan, terutama sisi transparansi dan akuntabilitas. Agar mereka tepat sasaran dalam menyusun anggaran dan terhindar dari masalah hukum. Karena dana Rp500 juta itu adalah duit negara yang harus dikelola dengan baik, benar, dan tepat," tegasnya. Sementara, program tersebut didukung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Yohanes Ristu. Menurutnya, suntikan dana seperti ini pernah digagas salah satu pasangan calon saat Pilkada Kabupaten Madiun 2013 lalu, dengan slogan "Satu Desa Rp1 Miliar tiap tahun". "Kalau satu desa Rp1 Miliar tiap tahun dari APBD Kabupaten Madiun jelas tidak mungkin. Tapi kalau program BDH ini, Rp500 juta dengan APBD Provinsi Jatim, saya kira masuk akal dan bisa dilakukan," kata Ristu. Ia menilai, hal serupa juga mulai berjalan di Jawa Tengah sebagai program dari Gubernur Terpilih Ganjar Pranowo yang juga berangkat dari PDI Perjuangan. Tanggapan masyarakat juga sangat positif. Kampanye BDH di Madiun, selain berorasi terbuka di sejumlah lapangan di Kota dan Kabupaten Madiun, BDH juga melakukan kampanye dialogis di sejumlah titik dengan menghadirkan perangkat desa terkait program suntikan dana tersebut. Ia juga sempat mendatangi Pasar Caruban dan menyapa para pedagang setempat. (*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013