Bangkalan (Antara Jatim) - Kasus asusila yang dilakukan oknum anggota DPRD di Kabupaten Sampang terhadap anak di bawah umur bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi legislatif, kata akademisi dari Universitas Trunojoyo Bangkalan Moh Syafi. "Sebab publik menganggap bahwa ulah oknum itu dianggap sama, apalagi kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya yang juga dilakukan oknum anggota DPR RI," katanya, Kamis. Berbagai rentetan peristiwa amoral yang dilakukan oknum anggota DPR itu, kata dia, jelas akan menanamkan pandangan negatif kepada masyarakat, jika partai politik pengusung oknum anggota DPRD yang melakukan perbuatan asusila itu tidak ditindak tegas. Apalagi, sambung dia, oknumnya merupakan politikus yang berazaskan Islam yang selama getol memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam di negeri ini. "Inilah yang saya kira menjadi persoalan mengapa kredibilitas partai juga menurun, karena oknum wakil rakyatnya juga berprilaku tidak baik di mata publik," katanya menambahkan. Oknum anggota DPRD Sampang yang ditangkap polisi karena ketahuan bersetubuh dengan anak di bawah umur itu berinisial MHA alias I (44) di salah satu hotel di Surabaya. Ia melakukan persetubuhan dengan sembilan anak dibawah umur dengan modus "nikah siri di atas mobil. Perbuatan tak terpuji oknum anggota DPRD yang juga seorang Kiai Haji ini terungkap setelah tiga dari sembilan korbannya melaporkannya ke polisi. Mereka itu masing-masing ASR (kelas 2 SMP/Banyu Urip Kidul, Surabaya), NTC (kelas 2 SMP/Simo Gunung Timur Surabaya), dan SDH (kelas 2 SMA/Banyu Urip Wetan Surabaya). (*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013