Trenggalek (Antara Jatim) - Lima anggota MPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dan mensosialisasikan empat pilar kebangsaan di hadapan ratusan anggota PGRI setempat, Rabu. Acara sosialisasi yang dipusatkan di pendopo kabupaten tersebut mendapat sambutan antusias dari kalangan guru/pendidik PPKN, baik tingkat SMP maupun SMA yang hadir sebagai tamu undangan dalam kegiatan tersebut. Seluruh peserta yang hadir mendapat piagam serta buku panduan tentang penjelasan empat pilar kebangsaan yang berisi tentang ketatanegaraan Indonesia, dasar negara, kesatuan kebangsaan, serta demokrasi. Ketua Fraksi PKS MPR RI, Soenmanjaya mengatakan, sosialisasi empat pilar kebangsaan yang mereka lakukan di Kabupaten Trenggalek merupakan tindaklanjut nota kesepahaman antara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) MPR RI dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). "Kami ada MoU (memorandum of understanding/nota kesepahaman) dengan PGRI pusat untuk melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di 528 kabupaten/kota se-Indonesia," terangnya di sela kegiatan sosialisasi di Kabupaten Trenggalek. Ia tak menjelaskan berapa daerah yang telah mereka kunjungi dalam rangkaian "roadshow" atau safari sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut selama kwartal pertama tahun 2013. Soenmanjaya hanya mengatakan bahwa setiap anggota MPR RI, baik yang duduk sebagai anggota DPR RI maupun DPD, wajib melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan minimal sembilan kali dalam setahun. "Baik dalam kapasitasnya sebagai anggota MPR RI di daerah pemilihan masing-masing ataupun atas nama kelembagaan MPR RI," kata dia. "Seluruh kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut sepenuhnya dibiayai oleh MPR. Jumlah anggota kita (MPR RI), baik dari unsur DPR maupun DPD ada sebanyak 692 anggota dan semuanya mengemban tanggung jawab yang sama," jelasnya. Selain institusi/organisasi PGRI yang tersebar di 528 kabupaten/kota se-Indonesia, Soenmanjaya menjelaskan bahwa pemahaman pilar kebangsaan juga dilakukan di semua jajaran eselon I di tingkat kementrian dan BUMN, pemerintah provinsi, serta seluruh lapisan masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. "Program ini juga kami lakukan dengan sasaran tokoh-tokoh masyarakat atau minimal tokoh pemuda di daerah, siswa sekolah, mahasiswa melalui program 'outbond', 'forum discussion group' di kalangan akdemisi, maupun di lingkungan TNI/Polri sebagaimana akan kami lakukan di Bandung," jelasnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto menyambut baik gerakan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilakukan lembaga MPR RI maupun masing-masing anggota parlemen. Menurutnya, penguatan pemahaman tentang ketatanegaraan dan pengetahuan tentang kesatuan kebangsaan diharapkan bisa memperkuat karakter bangsa sekaligus memperkuat persatuan warga negara Indonesia yang memiliki banyak suku bangsa dan aneka latar belakang agama. (*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013