Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas memastikan negara hadir menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh Israel saat berlayar menuju Gaza, Palestina dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF).

"Percayalah bahwa negara pasti hadir dan bertanggung jawab terhadap keselamatan warga negara kita di yang di luar negeri," kata Supratman saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Kementerian Hukum yang bertanggung jawab tentang kewarganegaraan ikut membantu upaya penyelamatan WNI tersebut, berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Supratman pun menegaskan pelindungan negara tidak hanya untuk WNI yang ditangkap Israel, tetapi juga WNI awak kapal MT Honour 25 yang menjadi korban pembajakan di Somalia.

"Sekali lagi, pemerintah di bawah pemerintahan Bapak Presiden lewat Kementerian Luar Negeri, terutama, dan kementerian-kementerian terkait pasti akan melakukan upaya yang sama dan terkoordinasi. Tentu dengan Bapak Menlu nanti akan kita koordinasi," tuturnya.

Kemlu pada Rabu ini mengonfirmasi total WNI yang menjadi korban penculikan pasukan zionis Israel berjumlah sembilan orang.

Di antara sembilan WNI yang diculik, terdapat tiga wartawan media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menlu Sugiono memastikan Indonesia telah berkoordinasi dengan perwakilan RI di Timur Tengah serta negara-negara sahabat yang warga negaranya berpartisipasi dalam GSF.

Koordinasi intensif tersebut, kata dia, ditempuh demi memastikan keselamatan WNI yang terkonfirmasi diculik oleh Israel yang menyergap konvoi pelayaran kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut pada awal pekan ini.

"Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki," kata Sugiono saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Selain itu, kapal MT Honour 25 dilaporkan dibajak pada 22 April 2026 di perairan sekitar Hafun, Somalia. Kemlu menyatakan seluruh WNI yang menjadi korban dalam kondisi sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan.

Kemlu dalam pernyataan resmi, Senin (18/5), mengatakan pemerintah terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk menindaklanjuti kasus pembajakan kapal tersebut.

Pewarta: Fath Putra Mulya

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026