Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, optimistis Program Sekolah Rakyat yang rencananya akan dibangun pada tahun ini mampu menekan angka kemiskinan di daerah itu.

Pemerintah daerah setempat telah mengusulkan pembangunan sekolah rakyat yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo ini di lahan kosong seluas sekitar sembilan hektare di Desa Siliwung, Kecamatan Panji.

"Pembangunan Sekolah Rakyat sudah ada titik terang, dan Insya Allah tahun ini mulai dibangun," ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Situbondo, Selasa.

Dia mengatakan dengan hadirnya Sekolah Rakyat di Situbondo akan mampu menekan angka kemiskinan yang ditargetkan turun menjadi sembilan persen pada tahun 2029 mendatang.

Menurut Bupati Rio, indikator untuk menekan angka kemiskinan salah satunya adalah melalui Sekolah Rakyat.

"Karena anak putus sekolah akan kami sekolahkan di Sekolah Rakyat dan termasuk siswa yang tidak mampu secara ekonomi juga bisa sekolah di Sekolah Rakyat," kata dia.

Angka putus sekolah di Situbondo saat ini mencapai 5.828 anak dan dari angka tersebut menjadi salah satu penyumbang tingginya angka kemiskinan di Kota Santri itu, yang saat ini mencapai 11,17 persen.

"Kemiskinan ekstrem juga masih ada, nantinya siswa yang sekolah di Sekolah Rakyat kami prioritaskan bagi mereka yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem," kata Rio.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo Viskanto Adi Prabowo menyampaikan lahan kosong untuk pembangunan Sekolah Rakyat sebelumnya telah disurvei dan disetujui oleh tim dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem yang masih tinggi di Situbondo," kata Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026