Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dalam mendorong promosi pariwisata berbasis media sosial dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Jadi, kami minta masyarakat dilibatkan di dalam membranding pariwisata yang ada di wilayah Jawa Timur maupun Surabaya khususnya,” kata Bambang Haryo usai membuka pelatihan promosi branding wonderful Indonesia melalui penguatan konten, di Surabaya, Sabtu.
Ia menilai potensi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, sangat besar sehingga perlu didukung strategi promosi yang efektif dan mudah dijangkau, salah satunya melalui media sosial.
Menurut dia, promosi melalui platform digital saat ini mampu menjangkau berbagai negara dan bahasa sehingga konten wisata daerah diharapkan dapat dinikmati masyarakat internasional.
Bambang Haryo optimistis semakin banyak masyarakat yang membuat konten promosi wisata akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, bahkan berpotensi meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.
Ia menambahkan perkembangan teknologi informasi melalui konten di media sosial memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, terutama konten persuasif yang mengangkat kekhasan destinasi wisata daerah.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata, Adi Pamungkas mengatakan media sosial kini menjadi sumber informasi utama bagi wisatawan sebelum menentukan destinasi kunjungan.
“Berdasarkan perkembangan media sosial, hampir sebagian besar masyarakat mencari referensi dan inspirasi untuk berwisata melalui media sosial, baik TikTok maupun Instagram,” katanya.
Ia menilai media sosial menjadi salah satu faktor penentu peningkatan jumlah wisatawan ke suatu destinasi sehingga pelaku wisata perlu membuat konten dengan pendekatan storytelling.
Menurut Adi, narasi yang menarik, seperti urban legend maupun kisah budaya dan sejarah suatu daerah, dapat meningkatkan rasa penasaran masyarakat untuk berkunjung.
Kepala Bidang Pemasaran Kelembagaan Parekraf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Ali Afandi mengakui hampir seluruh informasi kini dapat diakses melalui media sosial sehingga pemanfaatan teknologi informasi perlu terus didorong dalam promosi wisata.
“Semua itu bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan teknologi informasi, khususnya media sosial, untuk informasi terkait pariwisata,” katanya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026