Kodim 0827 Sumenep, Jawa Timur membangun Jembatan Perintis Garuda di Dusun Palean, Desa Ambunten Tengah, Sumenep, Jawa Timur, guna membantu memudahkan akses pertanian dan warga di desa setempat.
"Melalui pembangunan ini diharapkan nantinya akses warga lebih mudah, baik saat hendak mengangkut hasil panen, maupun saat hendak kepergian ke dusun lain, maupun untuk pada siswa di desa ini," kata Dandim Letkol Inf Citra Persada saat meninjau pembangunan jembatan itu, di Sumenep, Rabu.
Jembatan yang dibangun di Dusun Palean tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, karena selama ini warga terpaksa menyeberangi sungai untuk pergi ke dusun lain, termasuk para siswa yang hendak bersekolah.
Pembangunan jembatan ini telah dilakukan Kodim 0827 Sumenep sejak beberapa hari lalu bersama warga setempat.
Menurut Dandim, pembangunan jembatan itu nantinya akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, memastikan pengerjaan dilakukan bertahap dengan pondasi bawah sebagai prioritas utama.
"Kalau akses terbuka, maka perputaran ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Ini yang sedang kami dorong bersama melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang terus terlibat dalam gotong royong bersama personel TNI selama proses pembangunan berlangsung.
Saat ini pengerjaan difokuskan pada penyelesaian pondasi footplate sebelum dilanjutkan ke tahap konstruksi badan jembatan.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga yang selama ini masih bergantung pada jalur sederhana untuk melintasi area penghubung desa.
Jembatan Perintis Garuda merupakan program pembangunan jembatan gantung atau rangka baja bentang pendek yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghubungkan akses desa terpencil.
Proyek ini bertujuan membuka isolasi wilayah, mempercepat perputaran ekonomi, serta memperlancar akses pendidikan dan kesehatan warga.
Pembangunan jembatan ini juga menggantikan jalur sederhana/bambu yang berbahaya, menghubungkan antar-dusun, dan memudahkan akses distribusi hasil pertanian.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026