Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memutuskan untuk melakukan penutupan sebagian Jalan Kawi menyusul adanya pengerjaan pembangunan persilangan saluran air (drainase) proyek jalan tol oleh pelaksana proyek.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Arief Cholisudin di Kota Kediri, Selasa (5/5) mengatakan penutupan untuk proyek jalan Tol Kediri-Tulungagung tersebut dilakukan selama tiga pekan, mulai Selasa (5/5) hingga 26 Mei 2026. Proyek tersebut untuk mencegah banjir di lingkungan sekitar jalan tol.

“Pembangunan crossing ini krusial untuk mencegah banjir di lingkungan sekitar. Saluran ini nantinya mengalirkan air menuju pembuangan ke sisi timur (Sungai Brantas),” katanya.

Ia mengatakan penutupan tersebut juga dilakukan atas pengajuan pihak pelaksana pembangunan jalan tol untuk memberikan keamanan dan kenyamanan selama proses pengerjaan berlangsung.

Baca juga: Pemkab: Pembebasan lahan tol Kediri-Kertosono tinggal dua persen

Kendati dilakukan penutupan, di Jalan Kawi Kota Kediri tersebut kegiatan penutupan tidak ditutup total. Proses penutupan hanya berlaku di titik lokasi proyek dengan panjang sekitar 50 meter.

Masyarakat yang tinggal di area sekitar tetap bisa memanfaatkan akses jalan lingkungan untuk beraktivitas. Sementara untuk kendaraan besar dan angkutan berat dipastikan tidak terkendala dan tetap melintas di rute semula.

Dirinya juga sudah melakukan evaluasi dari hasil penutupan yang dilakukan di hari pertama tersebut. Hasilnya tidak terjadi penumpukan dan pengguna jalan juga patuh.

“Kami sudah melakukan pemantauan di lapangan dan sejauh ini tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kami juga bekerja sama dengan Satlantas Polres Kediri Kota dan LMA selaku pelaksana proyek dalam pengaturan lalu lintas dan pemasangan road barrier pembatas jalan,” kata dia.

Baca juga: Pembebasan lahan tol segmen Kertosono-Kediri capai 46,8 persen

Lebih lanjut, Cholis mengatakan bahwa pihaknya juga sudah memberikan informasi penutupan ini ke masyarakat termasuk lewat sarana media sosial.

Dengan itu, penyebaran informasi secara luas bisa sampai ke masyarakat agar mereka juga dapat menyesuaikan rute perjalanan selama masa penutupan.

Pihaknya juga menyampaikan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dengan kegiatan tersebut. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan serta tetap berhati-hati selama berkendara.

"Kami berharap masyarakat bisa memaklumi karena proyek ini bertujuan untuk kepentingan bersama, terutama mengatasi masalah banjir. Kami juga berupaya agar pengerjaan dapat segera selesai sehingga jalan dapat kembali dibuka,” kata Cholis.

Baca juga: Wali Kota Kediri sebut pembangunan bandara dan jalan tol bawa dampak perekonomian

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026