Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan militer AS memaksa 50 kapal komersial mengubah haluan guna mematuhi blokade laut terhadap perairan dan pelabuhan Iran.

“Hingga hari ini, lima puluh kapal komersial telah dialihkan oleh pasukan AS untuk memastikan kepatuhan,” kata CENTCOM melalui platform X, Senin

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim keluar masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Meski demikian, Washington menyatakan kapal non-Iran tetap bebas melintas di selat tersebut selama tidak membayar pungutan kepada Teheran, sementara pihak Iran belum mengumumkan penerapan pungutan itu, meski wacana tersebut sempat dibahas.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.

CENTCOM menyatakan dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer.

Operasi tersebut dimulai pada Senin pagi.

Sementara itu, media Iran IRIB melaporkan militer Iran mencegah kapal-kapal AS melintas di jalur air itu dengan menembakkan dua rudal ke arah satu kapal perang AS, namun klaim tersebut kemudian dibantah CENTCOM.

Trump juga mengancam Iran dengan konsekuensi menghancurkan apabila Teheran berupaya menyerang kapal-kapal AS di dekat selat tersebut.


Sumber: Sputnik

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026