Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) Dinas Pendidikan setempat yang meraih dua penghargaan nasional sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) terbaik dan menjadi bukti kualitas pembinaan pendidikan vokasi yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi validasi bahwa pembinaan vokasi di Jawa Timur berjalan secara konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin.

Dua penghargaan yang diraih yakni sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik Tahun 2025 bidang fotografi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Fotografi Indonesia, serta TUK Terbaik dari Forum LSK dengan capaian persentase kelulusan tertinggi secara nasional.

Khofifah menegaskan, capaian ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

“Dunia kerja saat ini sangat kompetitif dan dinamis. Dibutuhkan individu yang memiliki keahlian spesifik, adaptif, serta mampu menguasai teknologi baru,” ujarnya.

Menurut Khofifah, UPT PTKK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga terampil yang kompeten dan siap kerja, sejalan dengan misi Nawa Bhakti Satya “Jatim Cerdas”.

“UPT PTKK menjadi simpul strategis untuk memastikan lulusan vokasi Jawa Timur memiliki kompetensi yang terstandar, teruji, dan relevan dengan kebutuhan industri. Ini fondasi penting dalam mewujudkan Jatim Cerdas,” katanya.

UPT PTKK juga berfungsi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) resmi yang menyelenggarakan sertifikasi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bagi siswa SMK, SMA Double Track, pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK), serta masyarakat umum.

Pada bidang fotografi, partisipasi peserta sertifikasi mencapai sekitar 300 siswa, menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah lulusan sertifikasi fotografi terbanyak secara nasional.

“Sertifikat kompetensi bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki dan menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Dalam implementasinya, UPT PTKK mengembangkan berbagai pelatihan berbasis keterampilan, mulai dari teknik mesin, pengelasan, otomotif, teknik pendingin dan tata udara, hingga tata busana, tata boga, tata kecantikan, serta bidang kreatif seperti desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi.

Selain itu, inovasi Mobile Training Unit (MTU) melalui skema MILEA memungkinkan layanan pelatihan vokasi menjangkau siswa di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan keterbatasan fasilitas praktik.

Keberhasilan ini turut diperkuat dengan capaian Jawa Timur yang meraih juara umum selama tiga tahun berturut-turut pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional.

“Capaian ini bukan hasil instan, tetapi buah dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ditambah pengakuan melalui penghargaan TUK terbaik, ini memperkuat bahwa ekosistem vokasi Jawa Timur berjalan konsisten dan on track,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan penguatan UPT PTKK diarahkan sebagai pusat keunggulan atau center of excellence yang mampu mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

“Standar industri harus benar-benar dihadirkan dalam proses pembelajaran. Sertifikasi yang diperoleh siswa harus relevan dan mampu menjembatani keterserapan kerja mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan layanan pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK terbuka luas bagi siswa maupun masyarakat umum sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM secara inklusif.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026