Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan hewan ternak impor asal Australia yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, dalam kondisi sehat.
"Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif untuk memastikan hewan yang masuk dalam kondisi sehat serta bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK)," kata Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin Sriyanto , dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Rabu.
Menurutnya, hal tersebut telah dipastikan melalui segenap langkah pengawasan ketat terhadap setiap tahapan pemasukan ternak, mulai dari pemeriksaan fisik hingga uji laboratorium guna memastikan kesehatan hewan sebelum didistribusikan.
Menurutnya, ratusan ternak impor yang tiba menggunakan pesawat kargo melalui Bandara Internasional Juanda pada Senin 30 Maret 2026 tersebut, terdiri atas 23 ekor sapi perah, 35 ekor unta, serta 145 ekor domba jenis Texel, Suffolk, dan Dorper.
Sriyanto menjelaskan, seluruh hewan ternak tersebut kemudian dibawa menuju Instalasi Karantina Hewan (IKH) milik Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur di Surabaya untuk menjalani masa karantina selama kurang lebih 14 hari.
Selama periode tersebut, lanjutnya, Karantina Jatim melakukan pemeriksaan dan pengawasan kesehatan secara ketat guna memastikan seluruh ternak bebas dari penyakit hewan menular seperti brucellosis, paratuberculosis (Para TB), enzootic bovine leucosis (EBL), bovine viral diarrhea (BVD), serta lumpy skin disease (LSD).
"Kami memastikan setiap hewan ternak yang masuk telah melalui pengawasan ketat, sehingga produk turunannya dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara aman dan berkelanjutan," ungkapnya.
Ia menilai, kehadiran hewan ternak impor utamanya jenis sapi perah tersebut, diharapkan mampu meningkatkan produksi susu nasional guna memperkuat ketersediaan protein hewani bagi masyarakat dan mendukung pemerintah dalam kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026