Korem 081/Dhirotsaha Jaya (Korem 081/DSJ) memastikan program Jembatan Perintis Garuda 2026 terus berlanjut, karena memudahkan mobilitas warga dengan membangun sebanyak 16 unit di berbagai wilayah di daerah itu.
"Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dinilai menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto dalam keterangannya di Madiun, Senin.
Di wilayah Mataraman Jawa Timur, yang masuk jajaran Korem 081/DSJ, sebanyak belasan jembatan perintis saat ini kembali dibangun.
"Program Jembatan Perintis Garuda di wilayah kami saat ini memasuki tahap III dan IV. Total ada 16 titik yang sedang kita bangun," kata Kolonel Arm Untoro.
Dari jumlah tersebut, enam titik berada di Tulungagung, Ponorogo dan Blitar, masing-masing empat titik, serta Ngawi dan Trenggalek masing-masing satu titik.
Ia mengungkapkan sejauh ini progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah kerjanya bervariasi dan capaian di setiap titik juga berbeda.
"Tertinggi di Blitar, rata-rata sudah di atas 40 persen, bahkan ada yang mencapai 50 persen," katanya.
Kolonel Untoro menjelaskan spesifikasi jembatan yang dibangun di wilayahnya terbagi menjadi tiga jenis, yakni jembatan gantung, jembatan kabel pancang, dan jembatan beton.
Menurutnya, pemilihan spesifikasi tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing lokasi serta kebutuhan masyarakat setempat, sehingga jembatan yang dibangun dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.
"Dengan dibangunnya jembatan perintis garuda, harapan kami mobilitas warga akan semakin lancar, aman, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat setempat," katanya.
Editor : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026