Pemerintah Kota Malang menyatakan penataan kawasan Pasar Induk Gadang dilaksanakan setelah rampungnya proses relokasi ribuan pedagang ke tempat baru yang lokasinya berada di belakang tempat tersebut.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Pasar Induk Gadang di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan sejumlah pedagang sudah mulai memindahkan barang dagangannya secara swadaya.

"Saya bersama Mas Wakil Wali Kota datang ke sini untuk melihat progres di Pasar Gadang. Mereka (pedagang) sudah ada yang swadaya untuk pindah," kata Wahyu.

Pembongkaran lapak lama di tepi jalan dilakukan secara bertahap. Total terdapat 1.200an pedagang yang selama ini melapak di Pasar Induk Gadang.

Penataan kawasan Pasar Induk Gadang bertujuan memunculkan citra nyaman di mata masyarakat, salah satunya pembangunan jalan akses menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp14,9 miliar dari pemerintah pusat.

Infrastruktur jalan begitu penting lantaran akan memperlancar arus lalu lintas dan sirkulasi keluar dan masuk kendaraan, khususnya angkutan bahan pangan ke pasar itu.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) terkait DAK dan sudah akan berproses. Jadi, kami tidak bisa menunda," katanya.

Wahyu memastikan kondisi lapak di bangunan yang difungsikan menampung para pedagang tinggal menunggu penambahan sarana berdagang, seperti meja hingga penetapan petak per lapak.

Persiapan tersebut ditargetkan akan rampung satu minggu ke depan dan diharapkan pada rentang waktu itu proses relokasi pedagang juga sudah selesai semuanya.

Oleh karena itu, ia tak ingin para pedagang menunda proses pindah karena akan berdampak pada pelaksanaan perbaikan Pasar Induk Gadang.

Apabila masih ada pedagang yang menunjukkan keengganan untuk pindah tempat berjualan, Pemkot Malang tak segan mengambil langkah tegas.

"Kami sudah berniat baik untuk memulainya Desember tapi mereka minta setelah hari raya. Saat puasa saya mengingatkan lagi dan ya sudah diberikan batas sampai April," ucapnya.

 

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026