Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang menggencarkan edukasi imunisasi campak melalui pola door to door untuk menggugah kesadaran warga.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, menyatakan, pola door to door dilakukan untuk menindaklanjuti masih adanya beberapa orang tua yang enggan mengikutsertakan anaknya untuk mendapatkan imunisasi campak.
"Mereka ada juga yang belum dan selalu dilakukan pendekatan, sudah door to door tetapi masih ada pemahaman yang belum mereka terima. Kami tidak mau berputus asa memberikan pemahaman," kata Wahyu.
Salah satu poin penekanannya adalah tentang dampak fatalistik dari penyakit campak, apabila seorang anak tak mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Selain itu, edukasi juga menyangkut tentang rasio penularan campak.
"Penularannya cepat, 1 banding 18 (1:18), maka dari itu yang kami mendatangi langsung masyarakat supaya tidak sampai kejadian luar biasa (KLB)," ucapnya.
Pemkot Malang telah melaksanakan imunisasi melalui program catch up campaign atau imunisasi kejar serentak dengan menyasar anak usia sembilan sampai 59 bulan.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan, edukasi dilakukan langsung di lingkungan masyarakat, di mana petugas kesehatan juga melaksanakan imunisasi campak bagi anak.
Dinkes setempat mencatat sebanyak 1.400 anak di Kota Malang ditargetkan menerima imunisasi campak melalui program catch up campaign di 16 lokasi.
Berdasarkan data, capaian sementara sekitar 50 persen dari target sasaran imunisasi atau telah diberikan kepada 700-an anak.
"Kami perlu menyampaikan tentang pentingnya imunisasi ini," ujar dia.
Husnul juga menjelaskan bahwa capaian imunisasi dengan persentase 95 persen yang dikejar oleh pemerintah daerah setempat menjadi penentu terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.
"Kalau mengurangi mobilitas sulit, kami mempersempit celah (penularan) melalui capaian tersebut," kata dia.
Pewarta: Ananto PradanaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026