Surabaya - Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya - Almamater Wartawan Surabaya (IKA STIKOSA - AWS) menggelar rapat kerja di ruang pertemuan Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) Surabaya, Minggu, meski tanpa dukungan yayasan. "Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur memang tidak mengakui kami, tapi kami jalan terus, karena kami lebih mendapatkan legitimasi dari lulusan kampus itu, baik alumni maupun mahasiswa," kata Ketua IKA STIKOSA-AWS, M. Subechi Nurcahyo. Oleh karena itu, kata fotografer yang akrab disapa Beky itu, pihaknya tetap menggelar raker bertajuk "Mengembalikan Harga Diri dan Kejayaan Almamater" dengan dua agenda pokok, yakni pengesahan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga serta program kerja. "Selain mendapat dukungan alumni, kami juga mendapat dukungan dari mayoritas mahasiswa STIKOSA-AWS, bahkan ikatan alumni kampus lain, sedangkan ikatan alumni versi akademik merupakan lembaga bentukan yayasan," katanya. Keberadaan IKA STIKOSA-AWS versi alumni dan versi akademik/yayasan itu merupakan imbas dari konflik antara alumni dan mahasiswa dengan yayasan yang dipimpin Dhimam Abror Djuraid (mantan Ketua PWI Jatim). Awalnya, pengurus IKA-STIKOSA-AWS versi alumni mempertanyakan transparansi penggunaan dana hasil penjualan tanah kampus yang kabarnya mencapai Rp6 miliar, namun yayasan tidak merespons tuntutan tersebut. Dalam struktur kepengurusan IKA STIKOSA-AWS terdapat tokoh-tokoh media yang duduk sebagai anggota kehormatan yakni Errol Jonathan (Radio Suara Surabaya), Zed Abidien (Tempo), Peter A. Rohi dan Zaenal Arifin Emka (wartawan senior). "Kami tidak memperdulikan ikatan alumni bentukan yayasan, karena faktanya kami lebih didukung oleh mayoritas alumni," kata mahasiswa STIKOSA-AWS angkatan 1992 itu, didampingi pengurus IKA STIKOSA - AWS bidang Hubungan Eksternal dan Media Massa, Kukuh S Wibowo. Menjelang raker, pihaknya telah beraudiensi dengan Ketua STIKOSA - AWS, Ign Ismojo, dan beberapa pembantu ketua STIKOSA-AWS pada pekan lalu, namun pertemuan tersebut menemui jalan buntu, karena pihak kampus ingin tetap bersikap "netral" di antara dua ikatan alumni yang ada. "Kami akan berupaya menjalin silaturahmi dengan alumni-alumni yang lain, termasuk membantu mahasiswa. Contoh kecil, selama ini adik-adik mahasiswa kesulitan mencari tempat magang kerja. Dengan jaringan yang kami miliki, IKA STIKOSA - AWS akan berusaha membantu mereka," katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013