Manajemen Bandara Udara Dhoho Kediri, Jawa Timur, memprediksi kenaikan penumpang menjelang Lebaran 2026 mencapai 3.375 orang penumpang atau meningkat sekitar 55 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.

General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, Sabtu mengemukakan antusiasme penumpang itu terlihat dari hasil penjualan tiket pesawat.

"Pemudik antusias sekali dari sebelum Lebaran, H-5 sudah penuh kapasitasnya sudah 100 persen. Dan H+2 sampai akhir bulan rata-rata 80 persen," katanya di Kediri.

Ia juga menambahkan pihak maskapai menambah jadwal penerbangan dengan tujuan Kediri-Jakarta. Jika sebelumnya satu pekan tiga kali, saat ini ditambah satu pekan empat kali yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

Secara total terdapat 11 pesawat yang melayani penerbangan dari dan ke Bandara Dhoho Kediri sehingga total ada 22 kali layanan penerbangan dengan tujuan Kediri-Jakarta.

Berdasarkan proyeksi operasional, pergerakan penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 3.375 penumpang atau meningkat sekitar 55 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.

Untuk puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, dalam mendukung kelancaran operasional selama periode tersebut, Bandara Dhoho Kediri juga membuat posko. Hal ini juga mengikuti instruksi dari Kementerian Perhubungan.

Posko Angkutan Lebaran 2026 tersebut dilaksanakan selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, sebagai pusat koordinasi pelayanan dan operasional bandara selama periode angkutan Lebaran 2026.

Bandara Kediri juga menyiapkan 184 personel, yang terdiri dari 117 personel internal dan 67 personel eksternal, yang akan bertugas secara bergiliran selama periode posko.

Pihaknya juga menyiapkan berbagai aspek operasional guna memastikan pelayanan kepada pengguna jasa dapat berjalan optimal.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara selama periode Lebaran. Melalui Posko Angkutan Lebaran, kami memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan guna memastikan operasional bandara berjalan optimal," kata dia.

Ia menambahkan, posko angkutan Lebaran 2026 tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi pelayanan dan operasional bandara, yang melibatkan berbagai unsur terkait di lingkungan bandara.

Melalui posko ini, pemantauan kondisi operasional dan pelayanan penumpang dapat dilakukan secara terpadu selama periode angkutan Lebaran.

Selain itu, seluruh fasilitas operasional bandara dipastikan siap beroperasi secara optimal, termasuk fasilitas sisi udara, terminal penumpang, serta fasilitas pendukung lainnya.

Pihak bandara juga memastikan kesiapan koordinasi melalui Airport Operation Control Center (AOCC) untuk memantau operasional secara terpadu selama periode puncak pergerakan penumpang.

Bandara Dhoho Kediri memiliki berbagai fasilitas pendukung operasional, antara lain runway sepanjang 3.300 x 45 meter dengan kemampuan melayani pesawat berbadan lebar hingga Boeing 777, serta terminal penumpang dengan kapasitas hingga 1,5 juta penumpang per tahun.

Melalui kesiapan tersebut, Bandara Dhoho Kediri diharapkan dapat terus berperan sebagai pintu gerbang konektivitas udara bagi wilayah Kediri dan sekitarnya, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026