Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengintensifkan kegiatan donor darah dengan sistem "jemput bola" ke berbagai komunitas, termasuk gereja dan pondok pesantren, guna mengatasi penurunan stok darah selama bulan Ramadhan.
Kepala Bagian Pengelola Darah PMI Tulungagung Mohammad Misbakhul Munir, Rabu, mengatakan stok darah di unit PMI setempat turun hingga sekitar 40 persen sejak awal Ramadhan.
“Sejak awal Ramadhan stok darah kami berkurang karena banyak pendonor yang menunda donor saat berpuasa,” katanya.
Ia menjelaskan jumlah stok darah yang tersedia saat ini hanya sekitar 350 kantong, sedangkan pada hari normal persediaan darah di PMI Tulungagung bisa mencapai sekitar 550 kantong.
Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya aktivitas donor darah masyarakat selama puasa.
Meski PMI membuka layanan donor pada malam hari, kegiatan tersebut kerap terkendala cuaca hujan sehingga minat pendonor menurun.
Untuk menutup kekurangan tersebut, PMI Tulungagung melakukan kegiatan donor darah dengan metode jemput bola ke berbagai lokasi, termasuk gereja, pondok pesantren, serta tempat keramaian masyarakat.
Salah satu kegiatan donor digelar di Gereja Santa Maria Tulungagung yang diikuti puluhan jemaat.
Selain itu PMI juga membuka layanan donor darah rutin di GOR Lembupeteng setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 17.00 hingga 20.30 WIB.
“Kami juga memberikan souvenir seperti handuk, gula pasir hingga kupon undian untuk menarik minat masyarakat agar mau donor darah,” ujar Munir.
Ketua Panitia Donor Darah Gereja Santa Maria Tulungagung Budi mengatakan kegiatan donor darah yang digelar di gereja tersebut diikuti sekitar 50 jemaat.
Menurut dia kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan dua kali dalam setahun sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
“Tahun ini Paskah berdekatan dengan Ramadhan, sehingga kami melaksanakan donor darah sekarang agar bisa membantu sesama yang membutuhkan,” katanya.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026