Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat perlindungan sosial di Kabupaten Lamongan melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp7,2 miliar dalam program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 Hijriah.
“Semoga seluruh bantuan ini memberi manfaat dan memperkuat daya tahan keluarga, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jawa Timur, Kamis.
Ia mengatakan Lamongan menjadi titik kesembilan pelaksanaan Sapa Bansos Ramadan tahun ini. Program tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjaga ketahanan keluarga sekaligus memperluas jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiyani mengatakan penyaluran bansos dirancang tidak hanya menyasar penerima manfaat secara langsung, tetapi juga memperkuat peran pendamping dan pilar kesejahteraan sosial di tingkat daerah.
“Pendamping dan pilar sosial kami dorong untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberi dampak berkelanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, bansos yang disalurkan di Lamongan terbagi dalam 10 paket program. Bantuan tersebut meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi lanjut usia, Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Putri Jawara, bantuan kemiskinan ekstrem dan zakat produktif.
Selain itu, ada bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), santunan jaminan kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bagi ahli waris Tagana, bantuan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta bantuan keuangan desa.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan program pembinaan jalan kabupaten berupa 300 drum aspal untuk mendukung percepatan perbaikan infrastruktur.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Bagi penerima manfaat, bantuan ini menjadi penguat daya tahan keluarga sekaligus penyambung harapan di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi bersama,” katanya.
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026