Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar kualitas dan keamanan pangan, termasuk di wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pagesangan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, Bambang fasilitas dan sistem pengelolaan makanan telah memenuhi standar higienitas dan keamanan, mulai dari penyimpanan bahan baku hingga distribusi kepada penerima manfaat.

“Publik perlu mengetahui bahwa peralatan yang digunakan sangat modern,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana tersebut menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas gizi dan kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Terkait adanya laporan dugaan kelalaian seperti penyediaan telur yang tidak layak, Bambang menyebut kasus tersebut relatif kecil dibandingkan total layanan nasional yang telah berjalan.

“Namun tetap harus ada sanksi tegas. Jika terbukti lalai, izinnya bisa dicabut dan ada konsekuensi hukum sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Ia menegaskan pengawasan perlu diperkuat agar tidak terjadi pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat.

Bambang juga menyampaikan respons positif dari para siswa penerima manfaat. Menurutnya, program tersebut membantu meringankan pengeluaran harian siswa sehingga uang saku dapat ditabung.

Sementara itu, Kepala Yayasan MBG Indonesia Emas yang menaungi SPPG Pagesangan Surabaya, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya melayani sekitar 1.800 siswa dari 23 sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMA.

Ia menyebut SPPG Pagesangan termasuk yang memiliki jumlah sekolah terbanyak di wilayah tersebut, meski tiap sekolah memiliki jumlah siswa relatif kecil.

Menurut Zainal, kunjungan anggota DPR itu menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Ia menilai program tersebut memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan pelaku UMKM, pemasok bahan pangan, hingga pedagang sekitar dapur.

Pewarta: Faizal Falakki

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026