Sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menerima santunan Ramadhan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur dan Baznas Lumajang di Pendapa Arya Wiraja kabupaten setempat, Rabu.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang kami menyampaikan terima kasih atas peran aktif Baznas yang terus menghadirkan program nyata bagi masyarakat," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Bupati yang akrab dipanggil Bunda Indah itu menyampaikan apresiasi kepada Baznas yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu menangani persoalan sosial masyarakat.

"Santunan itu menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat mampu memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial. Ramadhan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati dan memperkuat nilai kebersamaan," tuturnya.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan dukungan moral bagi anak-anak penerima manfaat.

"Melalui santunan itu, kami ingin menghadirkan rasa peduli, kasih sayang, dan harapan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah," katanya.

Ia menjelaskan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesejahteraan sosial di daerah, sehingga potensi zakat di Lumajang dinilai besar dan perlu dikelola secara profesional agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran.

Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

"Dana yang dihimpun akan disalurkan kepada delapan golongan penerima sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain penyerahan santunan, kegiatan itu juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa upaya membantu kelompok rentan membutuhkan sinergi dan partisipasi bersama.

Momentum Ramadhan pun dimaknai sebagai pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kekuatan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Kegiatan itu diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh pihak, memperkuat ukhuwah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan Lumajang yang lebih sejahtera, inklusif, dan berkeadilan.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026