Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur akan memfungsikan bangunan kompleks rumah eks-Kepatihan Ngawi di Jalan Patiunus Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di wilayah setempat setelah selesai direvitalisasi.
"Yang jelas untuk Rumah Kepatihan itu, harapan kami ke depannya bisa menjadi pusat kegiatan seni dan budaya di Ngawi. Sehingga para pelaku seni dan budaya di Ngawi bisa berkoordinasi ataupun bersinkronisasi di situ untuk melestarikan budaya yang ada di Ngawi," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi Kabul Tunggul Winarno di Ngawi, Jumat.
Menurutnya, dengan digunakan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, Pemkab Ngawi ingin agar Rumah Kepatihan tak hanya berperan dalam pelestarian sejarah, namun juga penguatan identitas budaya daerah.
Kabul menambahkan sebelum ditetapkan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, Pemkab Ngawi akan melakukan revitalisasi terlebih dahulu terhadap komplek bangunan cagar budaya tersebut.
Pemkab Ngawi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar dari APBD setempat untuk proses revitalisasi bangunan bersejarah tersebut.
Proses revitalisasi akan melibatkan Dinas PUPR setempat dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Harapannya proses revitalisasi tersebut adalah mengembalikan posisi bangunan Rumah Kepatihan seperti pada saat dulu digunakan.
Sesuai data Dinas Dikbud setempat, Rumah Kepatihan tersebut merupakan bangunan rumah peninggalan Patih Pringgokusumo yang merupakan tokoh penting dalam sejarah Kepatihan (Kadipaten) Ngawi. Rumah tersebut diperkirakan dibangun pada tahun 1839, hampir sama dengan Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem Ngawi.
Bangunan rumah joglo dan lahan seluas 2,01 hektare tersebut, saat ini telah berstatus milik Pemkab Ngawi setelah berhasil diambil alih dari para ahli waris.
Sebagai pusat kegiatan seni budaya, maka nantinya setiap kegiatan budaya akan digelar di tempat tersebut. Rumah Kepatihan tersebut juga dijadikan wadah sekaligus lokasi berkumpulnya para pegiat seni dan kebudayaan di Kabupaten Ngawi.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026