Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Benny Siga Butarbutar mengatakan jurnalis muda perlu perspektif global sehingga mampu memberikan pencerahan kepada publik melalui karya jurnalistiknya.

Benny menilai ada banyak cara untuk menanamkan perspektif global dalam diri seorang jurnalis, salah satu jalannya memperoleh pengalaman menjalankan tugas jurnalistik di luar negeri.

"Ketika wartawan hanya mengalami pengalaman dalam negeri, tidak punya pengalaman luar, maka dia hanya memiliki sifat inward looking. Nah, itu akan menimbulkan apa, stagnasi," kata Benny di sela peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 20206 yang digelar di Serang, Banten, Minggu.

Benny mengatakan pengalaman bertugas luar negeri tersebut akan mengasah naluri jurnalistik untuk melihat sebuah isu dari berbagai sudut pandang, hal itu pada akhirnya akan memberikan nuansa dan informasi baru dalam karya jurnalistiknya. ia pun memberikan contoh bagaimana perspektif tersebut mempengaruhi sebuah karya jurnalistik.

"Ekonomi Indonesia dibilang turun, tapi ketika dikomparasi dengan negara kekuatan ekonomi seperti China dan Singapura dalam kuartal pertama dan kuartal kedua, nah itu ternyata kita turun tapi negara lain lebih turun. Artinya kita masih punya kemampuan ekonomi lebih bagus. Nah, itu jadi ada memberikan solusi, tidak sekadar memberikan fakta tapi tidak memberi makna," ujarnya.

Mantan Kepala Biro Antara Tokyo, Jepang, menekankan pentingnya penguatan perspektif global, etika, serta kolaborasi bagi jurnalis muda sejak di bangku kuliah untuk melahirkan jurnalis yang mampu bernavigasi di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.

"Pendidikan jurnalistik wartawan sejak kampus itu diberikan kemampuan yang melihat tidak saja kemampuan jurnalistik dalam negeri tapi juga luar negeri dikomparasi. Nah, kemudian diberikan sebuah wadah atau pelatihan yang memungkinkan mereka mengembangkan rasa ingin tahunya ke dalam sebuah tulisan yang bertanggung jawab dengan kaidah-kaidah jurnalistik," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehidupan pers membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, baik dari pemerintah maupun Dewan Pers, agar jurnalis dapat menjalankan perannya secara profesional.

“Yang paling penting, kehidupan pers itu didukung oleh regulasi baik pemerintah baik juga dari Dewan Pers sendiri,” kata Benny.

 

 

 



 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026