Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mencatat delapan bangunan terdiri atas tujuh rumah warga dan satu balai desa rusak ringan akibat gempa bermagnitudo 6,4 berpusat di tenggara Kabupaten Pacitan, Jumat dini hari.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi mengatakan pendataan dilakukan hingga pukul 15.00 WIB dan masih bersifat sementara karena petugas terus melakukan inventarisasi di lapangan.
“Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tujuh rumah warga dan satu balai desa yang mengalami kerusakan ringan,” katanya di Trenggalek, Jumat.
Ia menjelaskan dampak gempa tersebar di empat desa pada empat kecamatan, yakni Bendungan, Suruh, Munjungan, dan Tugu.
Di Kecamatan Bendungan, Desa Botoputih, kerusakan terjadi pada tiga rumah warga di Dusun Krapyak dan Barupetak berupa retak pada dinding serta ambrol sebagian atap bangunan.
Di Kecamatan Suruh, Desa Suruh, dua rumah warga di Dusun Jatirejo dilaporkan mengalami kerusakan berupa tembok ambrol.
Di Kecamatan Munjungan, Desa Masaran, satu rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding, sedangkan di Kecamatan Tugu, Desa Winong, satu rumah warga mengalami kerusakan pada tembok dan atap. Selain itu, tembok Balai Desa Winong roboh.
Ia menambahkan kerusakan didominasi bangunan lama yang secara struktur tidak lagi kuat menahan guncangan gempa.
“Rata-rata bangunan terdampak merupakan rumah lama dengan tingkat kerusakan ringan,” ujarnya.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
“Masyarakat diminta tidak panik dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya, karena gempa bumi tidak dapat diprediksi,” kata Stefanus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Trenggalek catat delapan rusak akibat gempa Pacitan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026