Sebanyak 543 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menerima beasiswa pemerintah kota setempat setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di balai kota, Kamis.
"Keterlibatan Untag Surabaya sejalan dengan komitmen kampus dalam pembangunan daerah serta penguatan daya saing lulusan di tingkat nasional dan internasional," kata Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T.
Ia menambahkan, Untag Surabaya terus mendorong internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan kurikulum berorientasi global, peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional, serta pengembangan jejaring kerja sama dengan institusi pendidikan dan industri luar negeri.
Program beasiswa Pemkot Surabaya tersebut merupakan bagian dari kebijakan prioritas Satu Kartu Keluarga (KK) Satu Sarjana yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi secara inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Surabaya.
“Kami ingin memastikan setiap keluarga di Surabaya memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Program satu KK satu sarjana adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Kota Surabaya,' ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali kota menyebut kolaborasi dengan perguruan tinggi di Surabaya menjadi kunci dalam mewujudkan generasi unggul dan masa depan kota yang lebih maju.
Dalam kerja sama tersebut, Untag Surabaya menjadi salah satu perguruan tinggi swasta penerima program dengan jumlah mahasiswa terbanyak, sekaligus menegaskan peran kampus nasionalis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia daerah.
Melalui kolaborasi strategis antara Pemkot Surabaya dan perguruan tinggi, program beasiswa tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kesiapan generasi muda Surabaya menghadapi tantangan global.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026