Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung memperkuat edukasi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker melalui layanan kesehatan gratis di puskesmas, dalam memperingati Hari Kanker se-Dunia yang jatuh pada 4 Februari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Desi Lusiana Wardhani, mengatakan, peringatan Hari Kanker se-Dunia 2026 mengusung tema Bersatu dalam Keunikan yang menempatkan manusia sebagai pusat perawatan serta menekankan partisipasi aktif individu, keluarga, dan komunitas dalam pencegahan kanker.

"Setiap pengalaman kanker bersifat unik, namun dengan bersatu kita dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganannya," kata Desi di Tulungagung, Rabu.

Selain menguatkan edukasi bagi masyarakat, dinas kesehatan setempat juga menggelar aksi simpati dengan memberikan puluhan tangkai bunga mawar kepada penyintas kanker, pasien rawat inap karena kanker serta tim tenaga kesehatan yang bertugas di ruang pelayanan kanker di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan data dinkes, hingga saat ini di Tulungagung tercatat sebanyak 278 kasus kanker serviks, 984 kasus kanker payudara, 92 kasus kanker paru, serta 113 kasus kanker kolorektal atau usus di Kabupaten Tulungagung.

Desi menyebut angka tersebut menunjukkan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, dan proses pengobatan membutuhkan dukungan besar dari berbagai pihak sehingga upaya pencegahan menjadi sangat penting.

Ia menambahkan, kanker dapat dicegah dan ditangani lebih efektif apabila diketahui sejak dini, karena sel kanker atau sel abnormal yang terdeteksi pada tahap awal, memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi.

"Untuk kanker serviks dan kanker payudara, deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan IVA, tes HPV DNA, serta pemeriksaan SADANIS," ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Desi, menyediakan layanan deteksi dini kanker secara gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 32 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Tulungagung.

Selain kanker serviks dan payudara, dalam layanan CKG juga dilakukan deteksi dini kanker paru dan kanker kolorektal sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular.

"Melalui deteksi dini, kami berharap angka kesakitan dan kematian akibat kanker dapat ditekan," pungkasnya.

Aksi simpati jajaran dinkes dan tim nakes rumah sakit itu pun mendapat apresiasi positif dari pasien maupun keluarga pasien yang ada di ruang-ruang perawatan.

Dalam kesempatan itu, Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A. menambahkan, untuk penanganan, pihaknya berupaya meningkatkan standar layanan dengan mempersiapkan sarana-prasarana, hingga SDM kesehatan yang mumpuni, sehingga bisa menjadi pusat onkologi terpadu di Jawa Timur. 

"Insya Allah dalam waktu dekat. Kita saat ini menjadi satu-satunya rumah sakit umum daerah yang bisa menjalankan layanan kemoterapi. Kami sudah punya tim dokter onkologi lengkap," katanya. 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026