Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, H. Chusni Mubarok, menyatakan Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi instrumen untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat desa, khususnya perajin genteng.
“Gentengisasi ini bukan hanya soal bangunan, tetapi bagaimana potensi ekonomi masyarakat desa benar-benar dihidupkan. Para perajin genteng akan menjadi bagian dari rantai ekonomi desa yang terintegrasi melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP),” ujar Chusni dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Ia menilai gagasan Presiden Prabowo membangun perekonomian dari bawah, dari desa, merupakan langkah strategis dan visioner dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Chusni menjelaskan, selain berdampak pada peningkatan ekonomi, gentengisasi juga bertujuan mengembalikan jati diri dan kultur Indonesia sebagai negara tropis.
Penggunaan atap genteng dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih asri, sejuk, dan berkarakter, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.
Ia menambahkan, semangat Presiden Prabowo membangun ekonomi desa lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat.
Tujuan akhir dari program tersebut adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera, bahagia, dan ‘gemuyu’, yang dijadikan Presiden sebagai salah satu indikator keberhasilan pemerintahan.
“Gagasan ini bukan sekadar wacana, melainkan telah melalui kajian komprehensif. Presiden ingin memastikan perputaran ekonomi tidak lagi terpusat di Jakarta, tetapi benar-benar mengalir hingga ke desa-desa,” tuturnya.
Menurut Chusni, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, arah kebijakan pembangunan ekonomi semakin jelas, yakni memutar perekonomian langsung dari desa melalui Koperasi Desa Merah Putih, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026