Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan penyedia layanan hosting bernama Jagoan Hosting menggelar Re:Code 2026 sebagai upaya untuk menciptakan para entrepreneur muda di Kota Surabaya.
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu mengatakan pengembangan talenta digital perlu dilakukan secara berkelanjutan, dengan menekankan kualitas, relevansi, dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi.
"Ruang belajar yang sehat dan kolaboratif dinilai menjadi faktor penting dalam menyiapkan talenta digital yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan," katanya.
Melalui inisiatif seperti Re:Code, ekosistem digital Indonesia didorong untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.
"Penguatan kapasitas talenta digital, percepatan proses validasi ide, serta dukungan menuju implementasi dan adopsi pasar menjadi fondasi penting dalam menciptakan rantai nilai ekonomi baru," katanya.
Dari peningkatan produktivitas individu, kata dia, lahirnya solusi digital yang aplikatif, hingga berkembangnya bisnis berbasis teknologi, dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh industri teknologi, tetapi juga masyarakat dan perekonomian nasional dalam jangka panjang.
"Ketika talenta digital memiliki ruang untuk belajar, memvalidasi ide, dan melangkah ke pasar dengan dukungan ekosistem, maka yang tercipta bukan hanya inovasi, tetapi juga nilai ekonomi. Dari sinilah economic growth dibangun, dimulai dari spark ide, berkembang menjadi solusi, dan akhirnya memberikan dampak nyata," katanya.
Founder Jagoan Hosting & Ngalup.co Danton Prabawanto menyampaikan perkembangan teknologi saat ini menghadirkan peluang yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa dekade lalu, khususnya bagi talenta digital yang ingin membangun produk maupun bisnis berbasis teknologi.
Menurutnya, ketika ia memulai perjalanan di industri digital, akses terhadap informasi, ekosistem pendukung, dan proses validasi ide masih sangat terbatas. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana talenta digital memiliki peluang lebih besar untuk belajar, bereksperimen, dan mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak.
"Perubahan teknologi membuka peluang yang sangat luas. Namun, peluang ini hanya bisa dimanfaatkan jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat, lingkungan yang suportif, serta akses terhadap ekosistem yang memungkinkan ide berkembang menjadi solusi nyata,” kata Danton.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026