Pemerintah Kota Malang menerapkan rekayasa lalu lintas di 12 ruas jalan saat pelaksanaan Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, 7-8 Februari 2026.

"Terdapat 12 ruas jalan yang diterapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus sementara," kata Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra di Kota Malang, Jumat.

Berdasarkan keterangan dari Dishub, belasan ruas jalan yang dilakukan rekayasa lalu lintas itu yakni Jalan Besar Ijen, Jalan Semeru, Jalan Retawu, Jalan Willis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Lawu, dan Jalan Wilis.

Selanjutnya Jalan Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, dan Jalan Buring.

Dia menyatakan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas ini memperhitungkan potensi kedatangan 100 ribu peserta acara ke Kota Malang.

Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan pada Sabtu (7/2) pukul 12.00 WIB dan untuk inti acara Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad NU dilaksanakan pada Minggu (8/2) pukul 01.00 WIB.

Sedangkan langkah antisipasi kepadatan arus dilaksanakan sampai Minggu (8/2) pukul 20.00 WIB.

"Antisipasi sampai Minggu malam karena kemungkinan jamaah dari luar daerah juga akan berwisata di Malang Raya," ucap dia.

Selain itu, pihaknya telah menyiapkan sekitar 48 kantong parkir untuk kendaraan peserta di sejumlah titik strategis, mulai dari Lapangan Rampal sampai ke kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Dishub juga menyiagakan sebanyak 120 personel untuk mengatur kelancaran lalu lintas selama berlangsungnya acara Mujahadah Kubro. Setiap empat jam sekali, mereka akan bergantian berjaga dan memantau perkembangan kondisi lalu lintas di sekitaran lokasi acara.

Di sisi lain, pengamanan jalannya acara akan melibatkan 1.500 personel dari Banser dan mendapatkan dukungan dari kepolisian yang ada di Malang Raya.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026