Puluhan ribu paket sembako disalurkan kepada keluarga miskin di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melalui Gerakan Sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi, pada Rabu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi merupakan gerakan sosial yang digelar tiap bulan dan telah berjalan secara konsisten sejak dua tahun terakhir sebagai bentuk kepedulian bersama.

"Ini merupakan gerakan rutin yang telah kami lakukan bersama-sama sejak 2024, kami dorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial, berbagi rezeki untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu," katanya di Banyuwangi, Rabu.

Menurut Ipuk, program yang digelar tiap bulan tersebut menyalurkan puluhan ribu paket sembako kepada keluarga miskin yang telah masuk dalam database kemiskinan.

Ia menyampaikan setiap ASN telah mendapatkan data warga miskin yang telah tertera di aplikasi Smart Kampung, dan data itu merupakan data warga miskin yang masuk dalam desil satu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

"Kami berharap lewat program yang kami lakukan secara berkelanjutan ini ditambah berbagai program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan lainnya akan semakin mengurangi penduduk miskin Banyuwangi secara signifikan," kata Bupati Ipuk.

Bupati Ipuk menambahkan, selain melibatkan ASN, program ini juga mendapatkan banyak dukungan dari lintas sektor, seperti kepolisian, TNI, BUMN, BUMD dan para pengusaha hingga organisasi profesi di Banyuwangi.

"Program Banyuwangi Berbagi ini terbuka, kami mengajak dan memberikan kesempatan semua pihak bisa terlibat karena kami menyadari penanganan kemiskinan harus bersama-sama. Tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan harus melibatkan banyak pihak termasuk para ASN," katanya.

Dengan berbagai program yang digulirkan oleh Bupati Ipuk, angka kemiskinan Banyuwangi terus menurun setiap tahun, dan tercatat 8,07 persen (2021), turun menjadi 7,51 persen pada 2022, pada 2023 kembali turun menjadi 7,34 persen, dan 6,8 persen di 2024, hingga mencapai angka terendah sepanjang sejarah daerah yakni 6,13 persen pada 2025.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026