PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dengan melakukan pemasangan blok rel di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) nomor 1 Wonokromo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan pekerjaan yang dilakukan meliputi pembongkaran aspal perlintasan, pemasangan blok rel, serta pengaspalan ulang agar permukaan jalan tetap nyaman dilalui pengguna kendaraan.
“Seluruh kegiatan ini kami fokuskan untuk menjaga keandalan jalur rel, perlintasan, serta memastikan keamanan dan keselamatan bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” kata Mahendro dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Selain itu, Mahendro menjelaskan bahwa pekerjaan pemasangan blok rel tersebut merupakan kelanjutan dari penggantian rel yang telah dilakukan sebelumnya pada 15 Desember 2025.
Upaya tersebut, kata dia, dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan prasarana perkeretaapian guna menjaga keandalan jalur rel sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang.
Sehubungan dengan pekerjaan tersebut, pihaknya akan melakukan penutupan jalan secara sementara dan bergantian dengan skema satu per dua median jalan ditutup selama proses pekerjaan berlangsung.
Menurut dia, pelaksanaan pekerjaan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi perlintasan, terutama pada jam-jam tertentu.
"Untuk meminimalkan dampak pekerjaan, kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya, Kepolisian, serta Dinas Perhubungan dalam pengaturan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung," ucapnya.
Penutupan jalan, kata dia, direncanakan dilakukan pada Senin malam mulai pukul 22.00 WIB hingga Selasa (27/1) dini hari pukul 05.00 WIB guna mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus kendaraan.
Sementara itu, masyarakat yang akan melintasi Jalan Ahmad Yani diimbau agar merencanakan perjalanan lebih awal dan menyesuaikan waktu tempuh untuk menghindari potensi kemacetan di sekitar perlintasan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama proses pemasangan berlangsung,” tuturnya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026