Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur bersama mahasiswa pecinta alam melakukan pengamatan burung migrasi di area persawahan Desa Bungur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa.
Kegiatan yang dikemas dengan tagline Bird Walk #2 itu digelar tim BBKSDA Blitar untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memantau keberadaan dan perilaku burung migran yang singgah selama musim dingin.
Kegiatan pengamatan tersebut melibatkan mahasiswa Mapala Himalaya Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung bersama petugas BBKSDA Jawa Timur sebagai bagian dari upaya edukasi dan peningkatan kepedulian terhadap pelestarian satwa liar.
Ketua Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung Fazal Marzuki mengatakan pengamatan langsung di lapangan memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa untuk mengenal jenis dan perilaku burung migrasi di habitat alaminya.
"Ini pengalaman pertama saya mengikuti pengamatan burung migrasi secara langsung. Kami jadi bisa melihat aktivitas dan perilaku burung yang selama ini hanya kami ketahui secara teori," kata Fazal.
Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri BBKSDA Jawa Timur Ahmad David Kurnia Putra mengatakan terdapat enam jenis burung migrasi yang tercatat singgah di wilayah Tulungagung selama musim dingin di habitat asalnya.
Dari enam jenis tersebut, tiga di antaranya menjadi fokus pengamatan di persawahan Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, yakni Trinil Pantai, Trinil Semak dan Kicut Kerbau yang berasal dari kawasan belahan bumi utara, seperti China dan Rusia.
"Burung-burung ini bermigrasi ke wilayah tropis untuk beristirahat dan mencari makan saat habitat aslinya memasuki musim dingin," kata David.
Ia menjelaskan periode migrasi burung berlangsung sejak sekitar September-Oktober dan diperkirakan berakhir pada Maret-April, ditandai dengan mulai tumbuhnya bulu berbiak sebagai persiapan kembali ke habitat asal untuk berkembang biak.
Selama berada di Tulungagung, burung migrasi umumnya memilih area persawahan yang tergenang air atau memasuki masa awal tanam, karena menyediakan sumber pakan yang melimpah.
Selain Trinil Pantai, Trinil Semak dan Kicut Kerbau, tiga jenis burung migrasi lain yang tercatat singgah di wilayah tersebut, yakni Cerek Kernyut, Cerek Kalung Kuning, dan Terik Asia.
David menyebut burung Terik Asia menjadi jenis yang paling banyak dijumpai dengan jumlah individu yang dapat mencapai ribuan ekor dalam satu petak sawah.
“Kami terus memantau populasinya. Jika selama tiga tahun berturut-turut jumlahnya stabil dan tinggi, akan kami usulkan sebagai jalur terbang migrasi burung Terik Asia,” katanya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026