Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggerakkan para kader posyandu dan juru pemantau jentik (jumantik) di wilayah itu guna mencegah penyebaran penyakit chikungunya.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin, di Pamekasan, Kamis, mengatakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk itu terungkap berdasarkan laporan dari sejumlah puskesmas pada rapat koordinasi yang digelar institusi itu.
"Dari 13 kecamatan yang ada di Pamekasan, ada empat kecamatan yang melaporkan pernah menangani pasien yang menderita chikungunya," katanya.
Ia menjelaskan, empat kecamatan itu yakni Kecamatan Larangan, Kadur, Tlanakan, dan Galis.
Menurut Saifudin, chikungunya merupakan penyakit tropis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, yakni jenis nyamuk yang juga menjadi vektor demam berdarah.
Orang yang terinfeksi dapat mengalami beberapa gejala seperti demam, badan terasa lemas, nyeri pada sendi dan tulang yang lama hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
"Jadi, gejala yang paling menonjol itu biasanya panas disertai linu-linu yang sangat mengganggu, bahkan ada yang sampai tidak bisa berjalan," katanya.
Ia menjelaskan, untuk mencegah penyebaran penyakit itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada para tenaga medis di berbagai kecamatan agar melakukan penyuluhan kepada masyarakat secara langsung cara mencegah penyebaran jenis penyakit tersebut.
"Di antaranya melakukan pemberantasan sarang nyamuk, seperti menguras dan membersihkan tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air seperti drum, bak mandi, dan toren, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas seperti kaleng, ban bekas, atau botol yang dapat menjadi tempat genangan air," katanya.
Selain itu, penting juga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada air yang tergenang di sekitar rumah.
"Kami juga meminta para kader posyandu yang tersebar di semua desa dan kelurahan untuk proaktif membantu melakukan penyuluhan, sehingga penyebaran penyakit ini bisa dicegah," kata Saifudin.
Selain itu, Dinkes Pamekasan juga menggandeng prajurit TNI dari Kodim 0826 Pamekasan untuk melakukan pengasapan di sekitar rumah warga yang terserang penyakit chikungunya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026