Tim Water, Sanitation, and Hygiene (Wash) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur melakukan normalisasi sumur warga terdampak banjir di beberapa lokasi di daerah itu, Kamis.

"Kami terus menjalankan misi kemanusiaan dan hari ini Tim Wash diterjunkan untuk melakukan normalisasi sumur warga yang terkena dampak bencana banjir di tiga titik, yakni Kelurahan Kepatihan, Kelurahan Jember Lor, dan Desa/Kecamatan Pakusari," kata Ketua PMI Jember Zainollah di Jember, Kamis.

Dia menjelaskan kegiatan tersebut dengan memastikan aspek keselamatan kerja (K3) mengingat medan pengerjaan sumur memiliki risiko tinggi serta efektivitas waktu dan jangkauan.

Untuk Kelurahan Kepatihan terdapat 11 sumur yang dinormalisasi dan 12 rumah dibersihkan, di Desa Pakusari lima sumur dinormalisasi dan di Kelurahan Jember Lor empat 4 sumur dinormalisasi.

"Hari ini Tim Wash kembali bergerak dengan fokus di tiga titik karena adanya laporan terkait kondisi sumber air warga yang memerlukan penanganan khusus," katanya.

Ia menjelaskan personel Tim Wash PMI Jember sudah dibekali peralatan memadai untuk menguras dan membersihkan sumur agar bisa digunakan kembali oleh warga, sehingga kebutuhan air bersih dapat tercukupi.

"Normalisasi sumur yang dilakukan meliputi pembersihan dinding sumur, pengurasan air yang tercemar, hingga pemberian perlakuan khusus agar kualitas air kembali sesuai standar kesehatan," katanya.

Zainollah mengharapkan langkah tersebut dapat mencegah munculnya penyakit akibat sanitasi yang buruk karena air bersih di dalam sumur tercemar banjir.

Selain itu, katanya, mencegah krisis air bersih.

"Kami berupaya secepat mungkin mengembalikan fungsi sumur warga. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama setelah rumah-rumah mereka terdampak genangan banjir," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember tercatat banjir melanda 29 desa/kelurahan tersebar di 14 kecamatan dengan total warga yang terdampak 1.428 kepala keluarga (KK) pada Senin (15/12) malam.

Sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena ketinggian air mencapai 1,2 hingga 2 meter. Dengan kondisi itu, petugas gabungan mengevakuasi korban terdampak banjir ke lokasi aman.

 

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025