Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan konsep, arah kebijakan, dan landasan filosofis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah Aliyah (MA) dan Wakil Kepala Kurikulum MA se-Surabaya, Jawa Timur.

"Pendidikan madrasah harus berorientasi pada pembentukan akhlak dengan menjadikan cinta sebagai fondasi pembelajaran," kata Menag Nasaruddin dalam keterangannya di Surabaya, Kamis.

Ia menjelaskan jika madrasah memiliki cakupan pembelajaran yang lebih luas karena mempelajari ilmu fisika sekaligus metafisika, termasuk alam syahadat dan alam gaib.

Sekolah umum, kata dia, lebih menitikberatkan pada ilmu logika, sedangkan madrasah memperluas pendekatan melalui intuisi dan pendalaman spiritual.

“Pembelajaran di madrasah tidak hanya mempelajari logika tetapi juga intuisi. Ada pengetahuan yang dijangkau akal, namun ada pula yang dipahami melalui kedalaman spiritual,” ucapnya.

Selanjutnya, ia menggambarkan madrasah sebagai “bengkel spiritual” yang mengajarkan ilmu langit serta diawali dengan pembersihan batin sebelum proses ta’lim.

Ia menyebut, guru madrasah idealnya memulai, menjalankan dan menutup pembelajaran dengan doa sebagai bagian dari upaya menghadirkan keberkahan.

“Di sekolah umum, ukuran keberhasilan adalah nilai dengan orientasi dunia. Di madrasah, ukurannya adalah sikap dengan orientasi dunia dan akhirat,” tuturnya.

Nasaruddin juga memaparkan jika secara ontologis madrasah memiliki ukuran formal dan usuli yang menuju pada ilmul yaqin, sedangkan pesantren mencapai ainul yaqin melalui jalur nonformal.

Oleh karena itu, ia mengajak para pendidik untuk terus berpikir kritis dan peka terhadap perubahan pada era post-truth.

Menurut dia, cinta sebagai inti KBC merupakan hasil dari proses panjang yang berkaitan dengan konsep ekoteologi dan kesadaran manusia sebagai mikrokosmos dalam relasinya dengan alam semesta.

Ia menegaskan bahwa guru madrasah tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing spiritual yang menghadirkan karakter guru madrasah dalam setiap proses pendidikan.

“Semoga Bapak atau Ibu peserta Bimtek dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai KBC di madrasah masing-masing,” ujarnya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025