Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyusun dokumen perencanaan untuk melaksanakan penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraja di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan dokumen perencanaan akan menjadi acuan bagi kontraktor untuk mengerjakan proses penataan jalur tersebut.

"Saat ini masih menyusun dokumen perencanaan, seperti pembatas jalan, desain, dan bahan yang digunakan sehingga nanti tinggal dieksekusi oleh kontraktor," kata Rudijanta di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Ia mengatakan dokumen perencanaan yang sedang disusun akan menentukan titik awal pelaksanaan hingga akhir penataan JLKT.

"Rencana pengerjaan nanti harus (melalui) proses lelang pekerjaan dulu, jadi kami belum bisa memastikan waktu persisnya kapan," ujar dia.

Saat ditanya soal estimasi kebutuhan anggaran keseluruhan untuk pengerjaan JLKT, Rudi mengatakan nilainya diperkirakan bisa sampai Rp15 miliar.

"Kalau TNBTS ini kan lembaganya pusat, dananya dari pusat dan penataan JLKT ini sekitar Rp15 miliar," ujar dia.

Secara garis besar, ia mengatakan penataan JLKT tersebut bertujuan untuk memperkuat kearifan lokal, konservasi dan pariwisata di kawasan itu. Penataan yang masih dalam proses perencanaan itu dilakukan dengan sistem zonasi di kawasan TNBTS.

Langkah yang dilakukan oleh Balai Besar TNBTS, menurut dia, bukan membangun konstruksi tetapi menata jalur khusus agar selaras dengan upaya melestarikan alam, pelaksanaannya pun tetap memperhatikan kaidah serta norma konservasi.

Untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan, ia mengatakan penataan JLKT yang dilakukan tak hanya untuk meningkatkan keamanan semata, tetapi memberikan kesan kenyamanan bagi setiap wisatawan, seperti menghadirkan tata ruang untuk warung pedagang kaki lima atau PKL sehingga memberikan kesan estetik bagi pengunjung.

Sektor usaha akomodasi pariwisata, seperti tempat piknik tak lepas dari konsep besar penataan JLKT.

Balai Besar TNBTS, menurut Rudijanta, akan menyediakan lahan khusus untuk usaha tersebut, di antaranya tempat berjalan kali, foto, parkir jip wisata, hingga lokasi darurat.

Tak hanya itu, penataan juga ditujukan untuk mencegah kerusakan titik yang disakralkan oleh masyarakat Tengger.

Balai Besar TNBTS telah mendiskusikan rencana penataan JLKT melalui diskusi kelompok terarah bersama tokoh-tokoh budaya Tengger.

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025