Polres Lumajang ungkap peredaran narkoba gunakan sistem ranjau-daring
- 4 September 2026 17:00
Kopi lereng Gunung Lemongan. Petani memperlihatkan produk kopi jenis ekselsa di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/10/2024). Biji kopi yang dipanen di kawasan lereng Gunung Lemongan tersebut dijual seharga Rp300 hingga Rp400 per kilogram dan telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA FOTO/Irfan SumanjayaANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Petani menyortir kopi jenis ekselsa hasil panen di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/10/2024). Biji kopi yang dipanen di kawasan lereng Gunung Lemongan tersebut dijual seharga Rp300 hingga Rp400 per kilogram dan telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Petani menjemur kopi jenis ekselsa hasil panen di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/10/2024). Biji kopi yang dipanen di kawasan lereng Gunung Lemongan tersebut dijual seharga Rp300 hingga Rp400 per kilogram dan telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Petani memanen kopi jenis ekselsa di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/10/2024). Biji kopi yang dipanen di kawasan lereng Gunung Lemongan tersebut dijual seharga Rp300 hingga Rp400 per kilogram dan telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Petani memperlihatkan hasil panen kopi jenis ekselsa di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (29/10/2024). Biji kopi yang dipanen di kawasan lereng Gunung Lemongan tersebut dijual seharga Rp300 hingga Rp400 per kilogram dan telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.