Sleman - Objek wisata peninggalan sejarah Candi Siwa di Kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali dibuka untuk umum setelah sekitar enam tahun ditutup akibat terdampak gempa bumi besar 2006. "Candi Siwa memang mulai dibuka untuk wisatawan umum, setelah selesai renovasi akibat gempa bumi besar 2006," kata Direktur Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Prambanan, Minggu. Menurut dia, dengan di bukanya Candi Siwa bagi pengunjung umum maka diharapkan akan menambah daya tarik tersendiri selama mengunjungi kompleks Candi Prambanan. "Diharapkan dengan dibukanya kembali Candi Siwa ini pengunjung semakin dapat menikmati keindahan peninggalan sejarah bangsa yang sangat luar biasa ini," katanya. Meskipun telah dibuka kembali untuk umum, namun di dalam Candi Siwa yang terdapat bilik Siwa dan Ganesha masih belum boleh dikunjungi karena masih dalam renovasi. Pengunjung hanya di perbolehkan melihat bilik Durga dan bilik Agastya, itupun harus bergantian dan diwajibkan memakai helm sebagai pengamanan. Candi Siwa yang diapit Candi Brahma dan wisnu ini di dalamnya memiliki empat bilik yg didalamnya terdapat patung Siwa, Ghanesa, Durga dan Agastya. Menurut Siti salah satu wisatawan yang baru berkunjung sekali ke Candi Prambanan, dirinya merasa senang dapat berkunjung ke Candi Prambanan, namun di sisi lain dirinya merasa khawatir dengan adanya peraturan pengunjung harus menggunakan helm saat mengunjungi Candi Siwa. "Saya baru sekali ini berkunjung ke Prambanan, dan ternyata memang benar-benar bagus. Hanya saja sedikit khawatir karena harus pakai helm, dan takut terjadi sesuatu," katanya. Sementara itu bagi para pengunjung yang akan mengunjungi Candi Siwa selain diwajibakan memakai helm juga di batasi hanya 50 orang pengunjung dan harus bergantian untuk melihat peninggalan sejarah purbakala ini. (*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012