Kepolisian Resor Kota Malang Kota mendistribusikan sebanyak 48,5 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga ketersediaan komoditas tersebut di daerah setempat.
Kepala Polresta Malang Kota Komisaris Besar Polisi Nanang Haryono di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan pendistribusian puluhan ton beras SPHP menjadi tindak lanjut instruksi dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.
"Insyaallah kami selalu berkomunikasi dengan Bulog dan stoknya masih siap, hari ini ada 48,5 ton. Ini adalah gerakan serentak oleh Pak Kapolri untuk diselenggarakan se-Indonesia," kata Nanang.
Nanang menyatakan pendistribusian sebanyak 48,5 ton beras SPHP merupakan tahap kedua. Sebelumnya, Polresta Malang Kota telah mengirimkan pasokan 36 ton beras jenis sama.
Secara keseluruhan, Polresta Malang Kota sudah mendistribusikan sebanyak 84,5 ton beras SPHP yang diperuntukkan masyarakat.
"Pada tahap awal kurang lebih 36 ton dan terus, kan, hari ini ada 48,5 ton, jadi total keseluruhan pendistribusian beras SPHP sejumlah 84,5 ton," ujarnya.
Nanang memastikan bahwa beras SPHP yang didistribusikan berkualitas baik dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
"Permintaan (beras SPHP) banyak sekali dan di Markas Polresta Malang Kota juga disiapkan beras. Harga dari Bulog Rp11 ribu off gudang, berarti kalau 5 kilogram harganya Rp55 ribu," ucapnya.
Oleh karena itu, Nanang meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan beras yang ada di pasar di Kota Malang sebab pihaknya akan terus berupaya membantu memastikan keamanan rantai distribusi untuk mencegah kekosongan stok di pasaran.
"Masyarakat, khususnya di Kota Malang tidak perlu khawatir untuk stok beras," kata Nanang.
Terkait menambah variasi komoditas di dalam program GPM, dia menyatakan untuk sementara ini baru beras yang menjadi fokus. "Saat ini masih beras terlebih dahulu," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Bulog Malang Bramanda memastikan stok beras di wilayah kerja Bulog Malang, yakni Malang Raya dan Pasuruan Raya aman sampai 2026.
"Insyaallah aman tahun ini sampai tahun depan. Kalau untuk ketersediaan yang ada jumlahnya sekitar 40 ribu ton," kata Bramanda.
Kondisi keamanan stok beras lantaran telah berjalan musim tanam kedua dan diprediksi akan memasuki masa panen pada September 2025.
"Biasanya September dan untuk keamanan (distribusi) SPHP, kami dibantu kepolisian, TNI, sama dinas terkait. Itu juga untuk di pasar," tuturnya.
Editor : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025