Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim) mempersiapkan sebanyak 30 orang untuk menjadi guru di Sekolah Rakyat (SR) di wilayah tersebut.

Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, ke 30 orang itu dipersiapkan untuk menjadi guru di jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

"Untuk jenjang pendidikan SD dibutuhkan sebanyak 10 orang, sedangkan untuk jenjang pendidikan SMP sebanyak 20 orang," katanya di Sumenep, Jawa Timur, Rabu.

Untuk jenjang SD, formasi yang dibutuhkan meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru olahraga, guru pendidikan agama Islam (PAI), dan guru bimbingan konseling (BK). 

Untuk jenjang pendidikan SD ini, sambung Agus, yang dibutuhkan sekitar lima sampai enam tenaga pendidik. Akan tetapi, pihaknya sengaja mengusulkan sebanyak 10 orang.

"Kenapa kami usulkan lebih? karena secara teknik mungkin masih ada tes dan berbagai jenis uji kelayakan lainnya," kata Agus.

Sedangkan untuk jenjang SMP, pihaknya menyiapkan sekitar 20 tenaga pengajar karena kebutuhan guru mata pelajaran yang lebih banyak.

Agus lebih lanjut mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait sistem rekrutmen dan hak guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat.

Proses pengangkatan guru SR ini juga masih akan dibahas dalam rapat lanjutan bersama pihak terkait, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep, sementara ini menggunakan Gedung Sarana Pelatihan Diklat (SKD) di Kecamatan Batuan Sumenep.

Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Desa Patean, Kecamatan Batuan, sebagai lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

 

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025