Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utama menjalin kerja sama dengan Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, untuk membuka akses pendidikan kejar paket gratis bagi warga kurang mampu.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kantor Kecamatan Dukuh Pakis pada Selasa, sebagai bentuk komitmen kedua pihak dalam memperluas layanan pendidikan nonformal kepada masyarakat pra sejahtera.

Ketua PKBM Budi Utama, Imam Rochani, menyatakan kerja sama ini memberikan kesempatan belajar secara gratis pada jenjang Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA), dengan syarat siswa telah terverifikasi dan didaftarkan oleh kelurahan atau kecamatan serta diketahui oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

“Warga fakir miskin dan anak yatim piatu bisa mengakses pendidikan secara gratis di PKBM Budi Utama. Saat ini, 20 persen dari total 300 siswa kami dibiayai secara penuh,” ujarnya.

Imam menegaskan bahwa PKBM Budi Utama tidak menerima bantuan hibah berupa uang dari pemerintah, baik daerah maupun pusat.

Pembiayaan siswa kurang mampu dilakukan secara mandiri melalui skema subsidi silang dan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), di antaranya dari Pelindo.

“Subsidi berasal dari pembayaran siswa yang mampu dan CSR perusahaan. Walaupun nilainya tidak besar, bantuan itu sangat membantu operasional,” katanya.

Camat Dukuh Pakis, Anita Hapsari Oktorin Sensori, menyebut kerja sama ini didasarkan pada keberhasilan program serupa saat dirinya menjabat di Kecamatan Jambangan. Lokasi PKBM yang berdekatan dengan wilayah Dukuh Pakis juga menjadi pertimbangan utama.

“Kami sudah mulai menyisir kembali warga yang putus sekolah. Sebagian besar hanya lulusan SMP dan kini sudah bekerja. Melalui pendekatan personal, kami berharap mereka bersedia melanjutkan pendidikan ke Paket C,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh lurah, RW, dan RT diinstruksikan aktif mendata warga yang memenuhi kriteria penerima program kejar paket gratis ini.

“Harapan kami, kerja sama ini membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

 

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025