Blitar - Warga Desa Wonodadi/Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, merasa kesal banyaknya jalan berlubang di daerahnya yang mengakibatkan sering membuat celaka pengguna jalan, hingga nekat menanami jalan tersebut dengan pohon pisang.
Eli Yuliati, salah seorang warga, Selasa mengatakan, kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dibiarkan saja. Padahal, jalur itu adalah jalur utama dan sering dilalui kendaraan, baik roda dua maupun kendaraan berat lainnya.
"Kami terganggu dengan kondisi itu. Kalau ada kendaraan melintas dengan cepat, seperti ada getaran yang terasa sampai ke rumah. Bahkan, tidak jarang banyak kecelakaan karena lubang-lubang itu," ucapnya.
Lubang yang ada di jalur itu juga cukup lebar, yaitu sekitar 1-1,5 meter dengan kendalaman sekitar 20 centimeter. Kondisi itu tentunya sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Terlebih lagi, ketika malam hari, lampu penerangan juga kurang, membuat pengendara waspada, bahkan bisa terjadi kecelakaan.
Jalan tersebut adalan jalan alternatif antardesa menuju ke kabupaten. Selain Desa Wonodadi, kerusakan juga terjadi di Desa Tawangrejo, Rejosari, dan Salam yang juga terletak di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Panjang jalur yang rusak mencapai puluhan kilometer.
Eli menyebut, pemerintah sudah berjanji untuk memperbaiki jalan. Hal itu dikatakan oleh perangkat desa yang ia dengan warga lainnya temui. Namun, sampai saat ini jalur yang rusak sejak satu tahun lalu tersebut, ternyata belum juga dibenahi. Padahal, proposal sudah diajukan warga, dan sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
Untuk menghindari korban kecelakaan akibat jalan yang berlubang, warga akhirnya menanami lubang di jalur-jalur tersebut dengan pohon pisang. Warga berharap, tidak ada lagi korban yang terjatuh, menderita luka bahkan jiwa karena kendaraan mereka terperosok ke dalam lubang.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga, dan Pengairan Kabupaten Blitar Hapriyanto Nugroho, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Pemerintah memang sudah menyiapkan untuk rencana perbaikan jalan yang dilakukan pada Juli mendatang.
"Juli rencana untuk perbaikan jalan. Saat ini, masih proses tender untuk perbaikan jalannya," dalihnya.
Panjang jalan di kabupaten mencapai 1.800 kilometer. Dari panjang itu, yang sudah diaspal "hotmix" sekitar 600 km, yang aspal biasa sekitar 1.000 meter. Untuk sisanya, hingga kini kondisinya masih jalan makadam dan jalan tanah.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012