Situbondo - Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jatim, mengamankan delapan ekor merak hijau dari masyarakat dan empat di antaranya sudah dilepaskan ke alam liar. Kepala Taman Nasional Baluran Indra Arinal ketika dihubungi ANTARA di Situbondo, Selasa menyebutkan bahwa sebagian dari merak hijau (pavo muticus) itu diserahkan dengan kesadaran sendiri oleh masyarakat. "Untuk yang empat ekor kami lepas setelah mendapatkan perawatan di rumah salah seorang petugas taman nasional, sedangkan yang empat akan dilepas setelah siap dan saat ini masih dalam perawatan," katanya. Ia menjelaskan bahwa merak berusia sekitar enam bulanan itu belum diketahui secara pasti jenis kelaminnya karena saat ini belum musim kawin. Sehingga meskipun satwa dilindungi itu sudah memiliki bulu sekunder, belum bisa dibedakan apakah jantan atau betina. "Apalagi satwa-satwa ini kan masih tergolong remaja. Biasanya kalau musim kawin akan ketahuan jenis kelaminnya," ujar dia. Ia mengemukakan bahwa populasi merak hijau yang bulunya banyak diburu orang karena memiliki keindahan itu masih berjumlah ratusan di Taman Nasional Baluran. Menurut dia, pernah ada penelitian di kawasan tertentu di taman nasional itu yang menemukan sekitar 138 ekor merak hijau. "Padahal yang diteliti itu hanya sekitar 5 persen dari areal taman nasional ini. Merak hijau ini tersebar di seluruh kawasan. Karena itu kami perkirakan jumlah keseluruhan masih ratusan ekor," katanya. Indra mengapresiasi sikap masyarakat yang menyerahkan satwa dilindungi itu kepada petugas. Apalagi untuk pemeliharaan merak hijau tidak semudah memlihara ayam karena membutuhkan perawatan khusus dan kandang besar. Ia juga mengimbau masyarakat lain yang masih suka berburu agar menghentikan kebiasaannya karena akan mengganggu keseimbangan alam. "Apapun yang ada di taman nasional ini tidak boleh diburu," kata menegaskan. (*)

Pewarta:

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012