Malang - Perpustakaan dan Arsip Kota Malang, Jawa Timur, tidak hanya menyediakan ruang baca bagi anak-anak, twtapi juga dilengkapi area atau ruang bermain serta berbagai fasilitas menarik lainnya. Kepala Perpustakaan dan Arsip Kota Malang Mulyono, Rabu, menyebutkkan, sebenarnya di perpustakaan itu sudah ada ruang baca anak, namun hanya sebatas ruang untuk membaca, sehingga kurang menarik dan anak-anak juga menjadi cepat bosan. "Dengan angagran sebesar Rp90 juta, kami coba benahi ruang baca anak menjadi lebih semarak dan menarik, bahkan juga kami lengkapi dengan area bermain dan audio visual compact yang bisa digunakan oleh anak-anak," katanya. Konsep perpustakaan hanya sebagai tempat untuk membaca, katanya, sudah tidak berlaku lagi (bergeser), sebab konsep perpustakaan sekarang adalah menggabungkan proses belajar melalui membaca dan bermain yang ramah dan layak anak. Ia mengakui, konsep layak anak yang dituangkan dalam ruang baca anak di perpustakaan tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap area terbuka untuk arena bermain bagi anak-anak sudah semakin sempit karena tertutup oleh bangunan baru. Kalaupun ada tempat bemain bagi anak-anak, katanya, saat ini sudah tidak ada yang bisa dinikmati tanpa mengeluarkan uang. Contohnya, area bermain sudah banyak yang pindah ke mal, sehingga untuk memanfaatkan fasilitas itu juga harus mengeluarkan dana. "Atau kalau ke tempat bermain di lokasi-lokasi wisata, pasti juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, area bermain di perpustakaan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan anak-anak untuk bermain, disamping untuk menarik minat mereka untuk gemar membaca," tegas Mulyono. Jumlah koleksi buku bacaan untuk anak-anak di perpustakaan tersebut mencapai 10 ribu buku, mulai kategori ilmu pengetahuan, agama, sosial hingga cerita rakyat. Berdasarkan data dari perpustakaan setempat, jumlah pengunjung anak-anak rata-rata mencapai 150 anak per hari. "Saya berharap dengan adanya tambahan fasilitas area bermain dan audio visual compact ini akan mampu menarik minat anak-anak untuk lebih rajin berkunjung ke perpustakaan dan membaca buku-buku yang disediakan," ujarnya. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012