Malang - Penumpang kereta api (KA) ekonomi Penataran jurusan Malang-Surabaya atau sebaliknya, kini lebih padat ketimbang sebelumnya, akibat adanya kenaikan tarif bus jurusan yang sama sejak sepekan.
Wakil Kepala Stasiun Kota Baru, Malang, Nanang Eko, Rabu mengatakan, kepadatan jumlah penumpang terjadi sejak sepekan, terbukti dengan tiket KA Penataran yang selalu habis lima jam sebelum keberangkatan.
"Memang terasa agak padat dalam sepekan ini, dan akan terus padat karena adanya kebijakan kenaikan BBM yang berimbas pada kenaikan tarif angkutan umum seperti bus jurusan Malang-Surabaya," katanya.
Nanang mengakui, sebelum adanya kenaikan tarif bus, tiket KA Penataran biasanya masih tersisa atau habis saat menjelang keberangkatan KA bersangkutan.
Namun, saat terjadinya kenaikan tarif bus, penumpang lebih banyak memilih menggunakan KA daripada menggunakan bus.
Sementara itu, meski terjadi kepadatan penumpang KA jurusan Malang-Surabaya, Nanang mengaku tidak bisa menambah rangkaian KA Penataran yang kini berjumlah 4 hingga 5 gerbong dengan total kapasitas 106 penumpang duduk ditambah 25 berdiri.
Sebab, kebijakan penambahan rangkaian KA terletak pada pemerintah, karena tarif KA Penataran sebesar Rp4.000 merupakan tarif subsidi dari pemerintah.
"Meski padat kami tidak bisa menambah gerbong atau rangkaian KA Penataran, sebab kebijakan itu terletak pada pemerintah. Ini karena tarif KA Penataran masih disubsidi oleh pemerintah," katanya.
Nanang mengaku, kenaikan harga BBM tidak akan berpengaruh kepada angkutan KA, karena selama ini KA menggunakan BBM industri yang lebih mahal dari harga BBM bersubsidi saat ini.
"Selain itu, tarif KA Ekonomi segala jurusan masih disubsidi oleh pemerintah, sehingga kebijakan kenaikan juga ditetapkan oleh pemerintah," kata Nanang.
Sebelumnya, Koordinator Lapangan Terminal Arjosari Malang, Bambang mengakui, terjadi kenaikan tarif bus jurusan Malang-Surabaya yang meliputi bus ekonomi dari Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu, dan untuk bus patas dari Rp15 ribu jadi Rp20 ribu.
Kenaikan itu, dilakukan secara sepihak oleh perusaahaan otobus (PO), dengan alasan akan adanya rencana kenaikan BBM pada April mendatang.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012