Surabaya - Organisasi Angkutan Darat Kota Surabaya meminta pihak kepolisian mengusut para pelaku penyerangan terhadap sopir Bus Damri P.8 (jurusan Purabaya-Tambak Oso Wilangon) di pintu keluar tol Waru, Sidoarjo, Selasa. "Kami telah melaporkan kejadian anarkis ini ke Polsek Waru dan meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku anarkis. Jika tidak akan ada balasan," kata Ketua Organda Surabaya Wastomi saat dihubungi melalui ponselnya. Saat ditanya balasan apa yang akan diberikan, Wastomi mengatakan pihaknya belum bisa mengatakannya. "Yang jelas, kami selaku pengurus saat ini meredam anggota sambil menunggu proses hukum. Tapi jika, polisi lambat, maka akan ada tindakan," ujarnya. Menurut dia, kejadian ini bermula setelah awak dan sopir bus jurusan Surabaya-Semarang pulang demontrasi dari Balai Kota Surabaya menuntut Pemkot setempat membuka akses bus jurusan mereka di Terminal Purabaya. Namun pada saat para sopir bus jurusan Surabaya-Semarang akan kembali ke garasi masing-masing, berpapasan dengan bus Damri P.8 Nopol L 7040 UD di pos pemeriksaan bus Damri atau pintu keluar tol Waru dekat Medaeng. Pada saat berpapasan itu tiba-tiba sekitar 70-an awak dan sopir bus dari pulang demo itu turun dan masuk ke bus Damri P.8. Mereka masuk ke bus dan memukuli sopir dan kernet bus Damri dan keneknya. Selain itu, mereka juga melempari kaca bus dengan batu sehingga sebagian kaca bus pecah. "Sopir sempat melarikan diri dan diselamatkan warga kampung," katanya. Mendapati hal itu, pihaknya langsung melaporkan kejadian ke kepolisian terdekat. "Saya sudah laporkan hal ini ke Polsek Waru. Saya minta mereka ditangkap," katanya. Sementara itu, Kapolsek Waru Kompol Hari Poerwanto mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti secara hukum kasus pemukulan, sopir dan bus Damri tersebut. Namun pihaknya tetap akan mengupayakan dialog antardua pihak yang berkonflik. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012